Minggu, 28 Mei 2017

cfd  CFD

Setelah BMW dan Mercy, Volvo Latah Bangun Pabrik di AS

Senin, 30 Maret 2015 13:52 WIB
Dibaca 567

Monexnews - Amerika Serikat (AS) kini semakin disukai oleh investor asing, terutama perusahaan-perusahaan sektor otomotif. Setelah BMW dan Mercedes Benz, Volvo ikut memastikan pembangunan pabrik baru di negara perekonomian terbesar dunia itu. 

Volvo Car Corp., yang sekarang dikuasai oleh perusahaan China, akan menaruh modal $500 juta untuk membangun pabrik baru di Amerika. Dalam sebuah wawancara media, Chief Executive Håkan Samuelsson, mengatakan kalau Volvo sedang berusaha menembus pasar internasional dan bukan hanya termasyhur di Eropa. Oleh karena itulah pihak direksi memutuskan untuk membangun pabrik di China dan Amerika sebagai cara untuk membuat mobil bagus dengan harga terjangkau. Dengan membuka pabrik di Amerika, Volvo bisa mendekatkan diri dengan pangsa pasar sekaligus melindungi pos keuangannya dari gejolak kurs. Volvo memang sudah masuk ke Amerika Serikat sejak tahun 1957 silam, namun dalam satu dekade terakhir penjualannya konsisten menurun.

Samuelsson mengaku masih mempertimbangkan negara bagian mana yang dipilih sebagai lokasi pabrik. Tetapi ia berjanji akan mengumumkannya dalam satu bulan ke depan. Sejak dibeli oleh Zhejiang Geely Holding Group Co. di tahun 2010, Volvo sudah menjual 466,000 mobil sepanjang 2014, atau rekor tertinggi baru bagi perusahaan itu. Sayangnya penjualan di Amerika Serikat justru turun 8% ke 56.000 atau jauh dari target 'kemapanan' yang diinginkan pihak direksi pada angka 100.000 unit.

Selain Volvo, perusahaan terakhir yang memutuskan untuk membangun pabrik di Amerika adalah pemilik merek Mercedes Benz, Daimler AG dengan jumlah investasi $500 juta atau setara Rp6,5 triliun. Lokasi yang dipilih adalah negara bagian Carolina Selatan karena pemerintah setempat mau memberikan fasilitas keringanan pajak, bantuan administratif dan training kepada Daimler. Mercedes Benz juga baru saja memindahkan kantor pusatnya dari New Jersey ke Atlanta karena alasan efisiensi.

Adapun jumlah tenaga kerja yang bisa terserap mencapai 1,300, belum termasuk karyawan supplier komponennya. South Carolina sendiri sudah menjadi 'rumah' bagi perusahaan otomotif Jerman, BMW AG. Sejak dibuka tahun 1994 silam, pabrik BMW sudah mempekerjakan 10.000 karyawan dan merakit 450.000 per tahun dengan sebagian besar hasil produksi ditujukan untuk ekspor. Jika ditotal, nilai ekspor kendaraan dari pabrik-pabrik di wilayah South Carolina naik dari $579 juta di 1996 menjadi $9,2 miliar di 2014, belum termasuk produk ban dan suku cadangnya. Angka ini akan semakin bertambah jika Volvo ikut membangun pabriknya di sini. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar