Rabu, 24 Mei 2017

breaking-news Moody's turunkan peringkat kredit China, AUDUSD turun 20 pip ke 0.7453

cfd  CFD

Setelah India, Softbank Jajaki Bisnis di Meksiko

Jumat, 31 Oktober 2014 12:03 WIB
Dibaca 609

Monexnews - Operator telekomunikasi asal Jepang, Softbank, sepertinya sedang kecanduan ekspansi ke luar negeri. Setelah menanamkan modal di perusahaan China dan India, konglomerasi telco ini membidik laba di Meksiko.

Softbank menjajaki pembelian aset nirkabel yang dijual oleh perusahaan America Movil. Menurut sumber dekat Softbank, raksasa industri Jepang itu tengah mempelajari apakah Meksiko bisa menjadi wilayah pendukung ekspansi usaha ke wilayah Amerika Utara.

Softbank baru saja mengutus Chief Executive Sprint, Marcelo Claure, yang merupakan anak perusahaannya, untuk mengumpulkan informasi soal aset-aset America Movil yang akan dijual. Analis Bank of America memperkirakan nilai aset yang akan berpindah tangan mencapai $15 miliar. Marcelo Claure sendiri adalah tangan kanan Chairman Masayoshi Son, sejak Sprint diakuisisi oleh Softbank.

Softbank memang sedang giat memperluas cengkeraman bisnisnya ke berbagai sektor dan lokasi. Pekan ini, perusahaan sepakat menanamkan dana investasi di dua perusahaan India yakni sebesar $627 juta di perusahaan Snapdeal, yang didirikan oleh mantan bos Google, Nikesh Arora dan $210 juta di perusahaan teknologi transportasi Ola Cabs. Snapdeal didirikan pada tahun 2010, dan diklaim sebagai perusahaan jual beli online terbesar India dengan jumlah pelanggan mencapai 25 juta dan total unit usaha yang terlibat dalam bisnisnya sekitar 50 ribu perusahaan. Sementara Ola Cabs, yang dimiliki oleh ANI Technologies Pvt. Ltd., didirikan pada 2011 dan menyediakan layanan pemesanan taksi untuk 33 ribu armada di 19 kota besar India. Meski tidak mengumumkan secara spesifik jumlah saham yang sekarang dikuasai di Snapdeal dan Ola, pihak Softbank memastikan bahwa mereka menjadi pemegang saham mayoritas.

Adapun Softbank merupakan perusahaan telco paling disegani di negaranya, dan sedang giat melakukan proyek merjer dan akuisisi di tahun 2014. Salah satu proyek ambisiusnya adalah rencana akuisisi rumah produksi film Hollywood, Dreamworks, sebagai cara Softbank mengkombinasikan berbagai sektor bisnis di bawah satu payung. Menurut laporan reporter media Hollywood, Dreamworks sudah ditawar sekitar $3,4 miliar atau setara Rp41 triliun namun belum ada perkembangan lebih lanjut.

Keuntungan besar didapat Softbank bulan lalu setelah nilai kepemilikan sahamnya di Alibaba bertambah $4,6 miliar pasca IPO di New York sekaligus menjadikannya pemegang saham terbesar Alibaba dengan persentase kepemilikan 32%.

Sementara sang CEO-nya, Masayoshi Son, adalah orang terkaya di Jepang dengan jumlah kekayaan mencapai $19 miliar atau naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan nilai asetnya satu tahun lalu yang 'hanya' $9.1 miliar. Sejak Softbank meraup pendapatan miliaran Dollar dari ekspansi bisnisnya, kocek pria 56 tahun ini ikut bertambah. Setelah membeli saham perusahaan Finlandia, Supercell dan Brightstar asal Amerika, Softbank juga memborong 70% saham Spring Nextel beberapa bulan silam. Alhasil, jumlah pendapatan usah melonjak berkat penjualan unit-unit bisnis di luar negeri sehingga harga sahamnya sudah meroket 90% dalam setahun terakhir.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar