Kamis, 30 Maret 2017

cfd  CFD

Setelah McDonald's, Giliran Karyawan Wal-Mart Tuntut Kenaikan Gaji

Rabu, 4 Juni 2014 15:23 WIB
Dibaca 1145

Monexnews -  Aksi unjuk rasa semakin merebak di Amerika Serikat di pertengahan tahun 2014. Setelah demonstrasi pekerja restoran cepat saji, pegawai pusat perbelanjaan Wal-Mart juga bersiap menggelar protes soal kenaikan upah.

Serikat pekerja Wal-Mart hari ini waktu Amerika Serikat berencana menggelar unjuk rasa besar-besaran di 20 kota besar. Pergerakan massa akan tertuju ke dekat kantor pusat perseroan di daerah Fayetteville, Ark jelang rapat umum pemegang saham hari Jumat mendatang.

OUR Wal-mart, serikat pekerja yang didukung oleh United Food and Commercial Workers Union, telah mengadakan aksi penyalaan lilin di depan rumah Rob Walton, Kepala Dewan Direksi Wal-Mart pada hari Senin kemarin. Mereka meminta upahnya dinaikkan oleh perusahaan menjadi $25.000 per tahun dan diberikan keleluasaan untuk menyampaikan aspirasinya. Isu kebebasan berekspresi mencuat setelah Wal-Mart memecat beberapa orang tenaga kerja yang selama ini memperjuangkan keadilan dan kesetaraan upah.

Pada 22 Mei lalu, aksi unjuk rasa besar-besaran juga digelar oleh serikat pekerja restoran cepat saji, yang didominasi oleh karyawan Mcdonald's. Sebanyak 110 orang ditangkap oleh polisi kota Chicago karena memaksa masuk ke kantor utama jaringan restoran terbesar di dunia itu.

Tuntutan utama para demonstran, yang sebagian besar merupakan pekerja restoran fastfood, adalah kenaikan upah minimum menjadi $15 per jam. "Kami ingin memastikan bahwa pemegang saham McDonald's dan CEO Don Thompson mendengarkan aspirasi kami," ujar Kendall Fells, juru bicara organisasi buruh FastFood Forward ketika itu.

Pergerakan massa terkait isu upah minimum berawal pada tahun 2012 lalu di New York, dan kemudian menyebar ke kota-kota besar lainnya termasuk Boston, Chicago, Denver, Houston, Los Angeles dan Memphis. Dalam perjalanannya, pengunjuk rasa didominasi oleh karyawan restoran terkenal seperti McDonald's, Burger King (BKW), Wendy's (WEN) dan Yum! Brands, pemilik merek dagang KFC. Mereka meminta UMR dikerek menjadi $15 per jam dan diberikan ruang untuk membentuk serikat pekerja.

Saat ini upah rata-rata di Amerika baru sebesar $9 per jam atau setara $18.500 per tahun. Jumlah itu $4500 lebih rendah dibandingkan ambang batas hidup layak yang ditetapkan oleh badan sensus, yang sebesar $23000 per tahun. Beberapa karyawan bahkan mengaku tidak pernah makan di tempat mereka bekerja karena dianggap terlalu mahal.

[Harga saham Wal-Mart (NYSE:WMT) ditutup pada posisi $76.71 atau melemah 0.07% pada sesi perdagangan Wall Street hari Selasa (03/06)]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar