Senin, 24 Juli 2017

cfd  CFD

Sidang Tumpahan Minyak BP Masuki Babak Baru

Senin, 30 September 2013 15:55 WIB
Dibaca 393

Monexnews - British Petroleum (BP) dijadwalkan mengikuti sidang di pengadilan New Orleans pada hari Senin waktu setempat dalam kasus tumpahan minyak di Teluk Meksiko yang terjadi tahun 2010 lalu. Sidang ini merupakan yang ke-dua dari tiga sidang yang digendakan oleh pengadilan, dengan fokus pembahasan terpusat pada volume tumpahan minyak dan bagaimana respon perusahaan dalam memperbaiki dampaknya.

BP berpotensi dikenai denda sampai $18 miliar di bawah undang-undang Clean Water Act. Namun demikian, perusahaan optimis kalau jumlah denda bisa dikurangi hingga menjadi sekitar $3.5 miliar, seperti dilaporkan Wall Street Journal. BP sendiri sudah menghabiskan biaya lebih dari $42 miliar sebagai biaya kompensasi atas kelalaian kru-nya dalam kasus tersebut. Dalam dokumen pra-sidang, pemerintah Amerika Serikat mengklaim jumlah tumpahan minyak mencapai 4.2 juta barel atau jauh lebih tinggi dari hasil laporan BP sebanyak 2.45 juta barel. Perbedaan inilah yang akan di-kroscek dalam sidang beberapa jam ke depan dan hasilnya bisa membuktikan apakah BP memanipulasi laporan volume tumpahan minyak kepada pemerintah Amerika.

Tim investigasi federal yang berpusat di New Orleans telah menghabiskan sekitar 30 bulan untuk menyelidiki penyebab di balik musibah tumpahan minyak April 2010. Selain menimbulkan guncangan ekosistem, kasus tumpahan minyak BP menewaskan 11 pekerja dan menjadi kasus pencemaran laut terbesar dalam sejarah Amerika. Proses hukum atas kasus tumpahan minyak di Teluk Meksiko tahu 2010 masih berlanjut hingga saat ini. Setelah memutus denda masif bagi British Petroleum, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) juga menetapkan denda bagi perusahaan pengeboran yang terlibat dalam terjadinya musibah itu. Pengadilan memutuskan Transocean harus membayar denda dan penalti senilai total $1,4 miliar. Transocean adalah perusahaan yang menaungi operasional dan pekerja dalam proyek pengeboran lepas pantai Deepwater Horizon.

BP sejak tahun lalu mengupayakan negosiasi dengan pihak penuntut dan U.S. Department of Justice. Pihak direksi mencari jalan tengah agar segala tuntutan kriminal dan klaim yang diajukan oleh Securities and Exchange Commission melalui jaksa penuntut bisa dikompensasi.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar