Selasa, 24 Oktober 2017

cfd  CFD

Starbucks Hadiahi Barista-nya dengan Fasilitas Beasiswa

Senin, 16 Juni 2014 11:02 WIB
Dibaca 844

Monexnews -  Pramusaji kafe atau biasa disebut dengan barista yang bekerja untuk Starbucks mendapatkan kabar bagus akhir pekan lalu. Perusahaan mengeluarkan suatu kebijakan baru berupa tunjangan pendidikan.

Starbucks akan membayar uang kuliah (tuisi) barista-nya yang masih menempuh pendidikan, baik untuk pekerja full-time ataupun paruh waktu. Pembayaran dilakukan dengan memakai sistem reimbursement dan berlaku selama dua tahun. Tuisi adalah biaya kuliah seperti SKS untuk membiayai operasional dan sarana prasarana kampus, mulai dari gaji karyawan, pengadaan laboratorium hingga lapangan olahraga. Bagi seorang siswa dan mahasiswa, tuisi merupakan salah satu komponen pembiayaan yang kerap menjadi beban selain biaya akomodasi dan uang makan. Tidak semua perguruan tinggi di Amerika Serikat memungut uang kuliah, namun masih banyak yang membebani mahasiswa dengan biaya ini.

Dengan menjalin kerjasama dengan program studi online Arizona State University, Starbucks mempersilakan karyawannya memilih lebih dari 40 jurusan non-sarjana (D1-D3), dan tidak terbatas pada fakultas bisnis saja. Dalam pernyataannya, CEO Howard Schultz mengatakan bahwa Starbucks ingin membantu 'mitra kerja'-nya untuk memenuhi mimpi seperti orang Amerika lainnya. "Mendukung cita-cita partner kami adalah investasi terbaik yang bisa kami lakukan," ujarnya.

Kebijakan Starbucks memang kerap berlawanan dengan trend bisnis yang berlaku di Amerika Serikat. Di saat perusahaan lain mempertanyakan efektivitas jaminan kesehatan Obamacare, gerai kopi ini justru melanjutkan fasilitas asuransi kesehatan bagi para karyawannya, baik full-time maupun paruh waktu. CEO Schultz bahkan berani bersikap pro terhadap permintaan kenaikan upah minimum bagi kaum buruh di saat kolega bisnisnya antipati dengan wacana itu. Ia bahkan juga memiliki idealisme teguh kala menanggapi perkembangan isu-isu politik dan pemerintahan. Gerai-gerai Starbucks di Amerika pernah memberlakukan aturan larangan membawa senjata api ke dalam gerai sebagai wujud dukungan perusahaan terhadap pelucutan senpi dari tangan warga sipil.

[Harga saham Starbucks (NASDAQ:SBUX) ditutup pada posisi $74.69 atau naik $0.99% pada sesi perdagangan hari Jumat (13/06)]


(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar