Sabtu, 25 Maret 2017

cfd  CFD

Starbucks Teken Kerjasama untuk Buka Outlet di Afsel

Selasa, 14 Juli 2015 15:24 WIB
Dibaca 3232

Monexnews - Starbucks Corp. semakin serius membidik pasar negara berkembang untuk dijadikan target penghasil laba. Selain Indonesia, jaringan gerai kopi terbesar dunia itu juga berencana menggarap Afrika Selatan mulai tahun depan.

Starbucks sepakat menjalin kerjasama lisensi dengan grup manajemen Taste Holdings dalam program pembukaan outlet pertamanya di Afrika Selatan. Gerai pertama akan didirikan di kota Johannesburg pada semester I 2016, untuk kemudian dilanjutkan dengan ekspansi ke kota lainnya.

Dengan ditandatanganinya perjanjian itu maka Taste punya hak untuk membuka gerai yang menjual seluruh produk Starbucks, baik makanan maupun minuman. Di wilayah Afrika sendiri, perusahaan asal Seattle ini baru mempunyai toko di Kairo dan Casablanca.

Taste adalah pemegang lisensi spesialis bisnis makanan, termasuk Domino Pizza, di Afrika wilayah selatan. Perusahaan ini akan secara langsung mengelola gerai Starbucks-nya sesuai model kerjasama yang sudah lebih dulu berjalan di Eropa, Timur Tengah dan Afrika. Di Inggris, konsep pemasarannya sedikit berbeda. Starbucks hanya mengelola sendiri outletnya yang berlokasi di area premium sementara untuk wilayah pemukiman, manajemennya diserahkan kepada pewaralaba.

Tahun lalu, perusahaan sukses membuka 171 gerai baru di wilayah Eropa, Timur Tengah dan Afrika (EMEA), di mana semuanya memakai sistem lisensi. Di saat yang sama, Starbucks menutup 10 outlet miliknya sendiri untuk kepentingan efisiensi. Starbucks meraup omset sebesar $321,8 juta dari konsumen MEA di tahun fiskal 2014 atau naik 9,7% dibandingkan satu tahun sebelumnya.

Agresivitas yang sama sesungguhnya juga berlaku di Indonesia. Sama seperti di negara lain, gerai-gerai kopi Starbucks terus bermunculan di Indonesia mulai dari mal hingga stasiun. Tujuannya tidak lain adalah untuk memperkuat image dan memasyarakatkan kopi ke berbagai kalangan masyarakat.

Dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal bulan April lalu, Chief Operational Officer Starbucks Indonesia, Anthony Cottan mengatakan kalau perusahaannya punya misi besar di Indonesia. Untuk menambah jumlah gerai sebanyak 400 unit dalam 5 tahun ke depan, produsen kopi saji terbesar dunia ini sudah merancang strategi untuk khusus.

Kalau dulu gerainya hanya bisa ditemui di mal-mal, maka dalam dua tahun terakhir Starbucks bisa dikunjungi di lokasi semacam stasiun dan gerai mandiri. Perusahaan seakan ingin membuat kopinya lebih 'merakyat' dan tidak dianggap sebagai produk eksklusif. Cottan menegaskan kalau perusahaan memiliki strategi pemasaran global yang berlaku di setiap negara. Namun ia mengakui kalau setiap gerai baru kini disesuaikan dengan kondisi komunitas dan trend konsumen.

[Saham Starbucks (NASDAQ:SBUX) ditutup pada harga $55.70 atau naik 2,07% pada sesi perdagangan hari Senin (13/07).] (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar