Jumat, 20 Januari 2017

breaking-news Klaim pengangguran AS turun menjadi 234K di pekan lalu vs 249K, estimasi pada 252K

cfd CFD

Steril dari Aset Yunani, Credit Agricole Kembali Dulang Laba Besar

Selasa, 6 Agustus 2013 16:02 WIB
Dibaca 368

Monexnews - Raksasa finansial asal Prancis mendulang laba bersih nyaris $1 miliar sepanjang kuartal II 2013. Rasio kenaikan laba Credit Agricole bahkan mencapai sepuluh kali lipat dibandingkan perolehan triwulan yang sama tahun lalu. Meski memuaskan, lonjakan keuntungan tidak berarti mencerminkan kinerja operasional yang impresif, akan tetapi lebih kepada performa bisnis tahun 2012 yang buruk sekali.

Credit Agricole mencatat net profit 696 juta Euro ($922.7 juta) pada kuartal II 2013. Kenaikan laba itu setara dengan sepuluh kali lipat capaian tahun lalu yang hanya 56 juta Euro dan di atas ekspektasi analis, 568 juta Euro. Walaupun begitu, perusahaan bank terbesar ke-dua di Prancis ini enggan jumawa karena hasil kuartal lalu sulit diperbandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2012. Pada kuartal II tahun lalu, pendapatan Credit memang tergerus tajam setelah dipaksa menerima kerugian aset simpanan berbasis Yunani dan Italia.

Setelah menjual seluruh aset Yunaninya, Credit berjuang lagi memulihkan diri sekaligus mengembalikan kepercayaan nasabah. Perusahaan juga tengah berupaya meningkatkan kepatuhan terhadap aturan perbankan yang dibuat oleh otoritas Eropa pasca krisis tiga tahun terakhir. "Beralihnya fungsi pengawasan ke tangan Eropa berakibat pada risiko pendapatan bagi Credit Agricole," demikian pendapat Analis Keefe, Bruyette & Woods, Jean-Pierre Lambert. Sejak menjadi perusahaan publik pada tahun 2011, sebanyak 55% saham Credit dimiliki oleh bank-bank daerah Prancis dan sebagai timbal baliknya, perseroan menguasai 25% saham dari bank-bank itu. Meskipun rasio kecukupan modal grup Credit Agricole mencapai 10% hingga akhir Juni lalu, analis memprediksi kalau core Tier 1 capital ratio anak usaha Credit Agricole hanya sekitar 7.6%. Artinya, risiko gangguan operasional di saat krisis masih cukup besar dan belum sesua harapan otoritas.

Chief executive Jean-Paul Chifflet dalam konferensi persnya menyatakan bahwa perusahaan masih mewaspadai perkembangan situasi terkini di kawasan Eropa. Ia masih cemas terhadap prospek pertumbuhan jangka menengah hingga panjang Credit Agricole. Namun Chifflet menegaskan bahwa kondisi keuangan perusahaannya sehat dengan rasio leverage (perbandingan antara modal dan aset total) mencapai 3.5%. Rasio sebesar itu cukup aman karena berada di atas ambang batas yang ditetapkan oleh regulator yakni sebesar 3%. Sepanjang kuartal II 2013, Credit Agricole meraup pemasukan kotor 4.39 miliar atau lebih rendah 1% dibandingkan kuartal sebelumnya.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar