Rabu, 29 Maret 2017

cfd  CFD

Strategi T-Mobile Usik Prospek Saham 3 Operator Rival

Jumat, 10 Januari 2014 12:18 WIB
Dibaca 726

Monexnews - Strategi marketing provokatif yang dilakukan oleh perusahaan T-Mobile membuat citra perusahaan rivalnya menurun di mata investor. Apabila tiga operator pesaingnya gagal menciptakan promosi yang lebih efektif, maka marjin keuntungan di tahun 2014 bisa semakin kecil.

Seperti diketahui, operator asal Amerika Serikat T-Mobile menerapkan perang harga dengan provider lainnya melalui dua program terbaru. Untuk tahun ini, T-Mobile siap menghargai ponsel milik konsumen senilai maksimal $300 per unit jika mereka mau tukar tambah dengan ponsel yang dijual di gerai T-Mobile. Imbalan ekstra sebesar $300 bisa diterima pengguna bila mereka bersedia memutus kontraknya dengan operator lain untuk beralih menggunakan jasa layanan T-Mobile. Fasilitas yang nilai totalnya setara Rp7.9 juta tersebut membuat gerah perusahaan operator lain yang jumlah penggunanya justru lebih sedikit.

Tawaran sejenis memang telah lebih dulu diperkenalkan oleh AT&T pekan ini, di mana perusahaan tersebut memberikan promo senilai $450 kepada konsumen yang mau beralih menggunakan layanannya. Namun dengan adanya 'rayuan' dari T-Mobile dalam nominal yang lebih besar, maka kedua perusahaan sepertinya siap untuk saling bunuh di tahun 2014. "Kami akan lebih terkenal di tahun 2014 meskipun cara ini sudah dilakukan sebelumnya," ujar CEO T-Mobile, John Legere seraya menyindir perusahaan saingannya. Ia membantah kalau kebijakan marketing-nya berlawanan dengan etika bisnis karena konsumen justru diberikan pilihan yang beragam dari sisi harga.

T-Mobile, sukses merebut 4.4 juta pelanggan baru pada tahun 2013 lalu. Enggan berpuas hati, provider ini siap melakukan inovasi baru dari sisi marketing untuk menjaring lebih banyak konsumen dalam dua semester ke depan.Tambahan pengguna baru sebanyak 4.4 juta orang merupakan rekor pertumbuhan tertinggi perusahaan dalam delapan tahun terakhir. Pada kuartal IV 2013 saja, T-Mobile mampu menarik 1.6 juta pelanggan sehingga total konsumennya mencapai 47 juta orang.

Lembaga keuangan Deutsche Bank menurunkan rekomendasinya untuk saham operator Sprint menjadi 'hold' pasca gebrakan T-Mobile. Pihak lembaga keuangan cemas jika konsumen benar-benar tergoda beralih layanan provider ponsel sehingga marjin laba Sprint, Verizon dan AT&T menjadi berkurang tahun ini. Apabila ketiga operator gagal menjawab tantangan industri, maka bukan tidak mungkin prospek sahamnya di-downgrade satu per satu oleh manajer investasi dalam beberapa pekan ke depan.

- Harga saham T-Mobile (NYSE:TMUS) ditutup pada posisi $32.90 pada sesi perdagangan hari Kamis (09/01) atau melemah 0.39%

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar