Senin, 23 Januari 2017

cfd  CFD

Target Laba Terlalu Kecil, Saham LinkedIn Dilepas Investor

Jumat, 7 Februari 2014 10:03 WIB
Dibaca 691

Monexnews - Meskipun pada laporan laba ruginya kemarin LinkedIn merilis mengumumkan jumlah keuntungan dan penjualan yang besar, harga sahamnya justru merosot pasca sesi reguler semalam (06/02). Investor tidak antusias dengan prospek ekuitas perusahaan media yang dikhususkan bagi kalangan profesional ini karena target pendapatannya kurang sesuai harapan.

LinkedIn memperkirakan angka penjualan kuartal I (berjalan) hanya akan mencapai antara $455 juta dan $460 juta. Sedangkan hasil survei analis Thomson Reuters menghasilkan target angka lebih tinggi, yakni di $470 juta. Untuk tahun 2014 ini, angka penjualan juga tidak dipatok terlalu muluk oleh pihak direksi yaitu hanya $2.02 miliar hingga $2.05 miliar atau di bawah ekspektasi analis, $2.2 miliar.

Dibandingkan dengan kompetitor satu industrinya, penjualan LinkedIn juga kalah bersaing. Pada kuartal lalu, perusahaan ini hanya mampu mengeruk $447 juta atau naik 13.8% dibandingkan triwulan sebelumnya. Kinerjanya sangat berbeda dengan Facebook, yang angka penghasilannya melonjak 28% pada periode yang sama. Adapun media sosial lainnya, Twitter, sukses meraup angka penjualan $243 juta atau 44% lebih banyak dibandingkan kuartal III 2013.

Kalaupun ada yang bisa dibanggakan oleh LinkedIn tak lain adalah pertumbuhan jumlah penggunanya yang menembus 277 juta orang atau 6.9% lebih banyak ketimbang laporan kuartal III 2013. Dan bahkan berpotensi naik lebih tinggi lagi karena pangsa pasarnya lebih luas dibandingkan para rivalnya.

Berbeda dengan Facebook, Twitter dan Google, situs media sosial LinkedIn tidak dilarang untuk 'tayang' di negara China. Atas dasar itulah perusahaan yang target market-nya kalangan profesional ini leluasa berkespansi di negara perekonomian terbesar Asia.

Untuk memperluas skala bisnisnya, LinkedIn menunjuk presiden pertamanya untuk wilayah China. George Shen dipilih sebagai perwakilan bisnis yang bertugas menjaga hubungan baik dengan pemerintah sekaligus menjaga kesinambungan bisnis di sana. Langkah terbaru yang dilakukan oleh LinkedIn adalah bekerjasama dengan WeChat, aplikasi chat yang memiliki 300 juta-an pengguna, dalam memperkaya fitur profil untuk kalangan profesional.

Dibandingkan perusahaan teknologi asal Amerika lainnya, LinkedIn memiliki keistimewaan lebih di wilayah China. Media sosial ini tidak di-blokir oleh pengawas China sehingga warganya bisa menjadi pengguna aktif. Sampai dengan sekarang, LInkedIn memiliki sekitar 4 juta pengguna di negeri tirai bambu dari total anggota global yang mencapai 260 juta orang. Sebanyak 54 juta dari mereka berasal dari wilayah Asia. Perusahaan sudah tidak lagi intensif menjaring profesional baru di wilayah Amerika karena nyaris semua pekerja sudah menjadi penggunanya. China kini menjadi sasaran baru mengingat trend pembukaan lapangan kerja baru di sana sejalan dengan kebutuhan para profesional, yang memang ingin pindah kerja atau mencari lowongan baru pasca menyelesaikan kuliah.

Langkah pertama yang harus dilakukan perusahaan adalah dengan membuat versi desktop dengan bahasa China, seperti apa yang sudah dilakukan oleh LinkedIn di situs Indonesia dan Turki. Mengingat kini mereka baru menggarap bahasa China untuk versi mobile. Apabila mampu meningkatkan daya saingnya, maka LinkedIn akan menjadi satu-satunya perusahaan teknologi asal Amerika yang bersaing dengan raksasa lokal semacam Tencent (WeChat), Sina, Alibaba dan Baidu. Namun jika dilihat dari demografi pangsa pasarnya, rival berat hanyalah Zhaopin dan 51job, yakni dua situs pencari kerja paling terkenal di China daratan.

Menurut perusahaan headhunter Aon Hewitt, sebanyak 15% kalangan profesional di China berpindah kerja tahun lalu. Tingkat turn-over di sektor teknologi bahkan jauh lebih dinamis seiring tingginya kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja muda dan terdidik. Pihak LinkedIn sendiri menolak berkomentar tentang strategi apa yang akan dipakai untuk meraih pengguna baru di China, terutama di bawah kepemimpinan George Shen, yang juga dikenal sebagai mantan bos Google.

LinkedIn merupakan situs web yang menampilkan profil pengguna, terutama dari sisi karir profesional. Keberadaannya sangat berguna, baik bagi perusahaan dan pencari kerja, untuk menghubungkan keduanya dalam suatu jalinan kerjasama. Banyak sekali warga dunia yang merasa terbantu oleh situs ini karena memudahkan mereka dalam mencari pekerjaan yang sesuai. Pihak perusahaan juga merasa diuntungkan karena tidak harus mencari bantuan profesional untuk menjaring tenaga kerja baru dengan kualifikasi mumpuni.

Saham LinkedIn diprediksi menghasilkan laba $2.22 per unit untuk tahun buku 2013. Apabila ramalan analis pasar itu terbukti, maka LinkedIn sukses memberikan tambahan laba 38 sen dibandingkan angka keuntungan 2012.

[Harga saham LinkedIn (NASDAQ:LNKD) semalam ditutup pada posisi $223.45 atau menguat 4.24% dibandingkan level pembukaan sesi reguler. Namun pada sesi after hours, harga melemah ke $204.50 atau merosot 8.48%.]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar