Rabu, 20 September 2017

cfd  CFD

Telat Setor Dokumen, GM Dikenai Denda $7000 per Hari

Kamis, 10 April 2014 13:50 WIB
Dibaca 490

Monexnews - Selain dicap sebagai perusahaan yang hanya mementingkan profit, General Motors (GM) juga dianggap tidak kooperatif dalam penuntasan kasus recall-nya. Belum apa-apa, produsen mobil terbesar Amerika ini dijatuhi denda karena terlambat mengirimkan dokumen penyelidikan.

Hingga kni direksi GM terlambat menyerahkan dokumen yang diminta oleh pemerintah federal. Padahal masa jatuh tempo pengiriman data penunjang sudah habis pada 3 April lalu. Oleh karena itu, otoritas akan mengenakan pinalti $7000 per hari sampai dokumen yang diminta itu benar-benar diterima oleh penyidik. Dari total dokumen yang diminta, GM bahkan belum menyerahkan sepertiganya kepada pemerintah, yang dalam hal ini diwakili oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA). Deadline dan rincian dokumen yang diminta sudah ditetapkan sejak sebulan lalu, di saat pemerintah federal mengajukan lebih dari 100 pertanyaan tentang recall jutaan kendaraan akibat munculnya 13 korban jiwa.

Menjawab sanksi dari pemerintah, GM berdalih tidak pernah menutup-nutupi bukti-bukti tertentu. "GM bekerja keras untuk memenuhi permintaan NHTSA dan bekerjasama penuh untuk mengumpulkan fakta-fakta," demikian pernyataan resmi perusahaan. Pihak direksi sendiri sudah menyetor 21,000 dokumen yang terdiri dari total 271,000 halaman sampai sekarang.

Pada pertengahan Maret lalu, kasus recall GM resmi masuk ranah hukum saat Jaksa penuntut umum wilayah Manhattan, New York menggelar penyelidikan terkait kasus cacat produksi pada mobil-mobil yang dijual di Amerika. Meskipun perusahaan otomotif terbesar Amerika itu telah melakukan recall unit, investigasi tetap berlaku karena 13 korban jiwa sudah melayang di jalan raya.

Penyidikan terfokus pada indikasi pembiaran cacat produksi sejak satu dasawarsa silam. GM sendiri telah melakukan recall mulai Februari untuk memperbaiki masalah dalam komponen switch, yang telah menyebabkan 31 kecelakaan parah dan kematian 13 pengendaranya dalam beberapa tahun terakhir. Kontroversi menyeruak karena dalam dokumen yang diterima oleh otoritas pengawas, para insinyur GM ditengarai sudah mengetahui kekurangan ini sejak 10 tahun silam. Oleh karena itulah, perusahaan terpaksa menarik lebih banyak kendaraan untuk disempurnakan kembali.

Sebagai wujud tanggung jawabnya, GM menawarkan berbagai fasilitas kepada konsumen yang dirugikan mulai dari peminjaman mobil pengganti secara gratis hingga pemberian uang kompensasi $500 kepada pemilik mobil baru selama kendaraan mereka di-servis di bengkel.

Pada 13 Februari lalu, perusahaan mengumumkan penarikan lebih dari 780,000 model Cobalt dan Pontiac G5 (keluaran 2005-2007). Kemudian dua pekan berselang, GM juga me-recall 842,000 unit Saturn Ion compact (2003-2007), dan Chevrolet HHR SUV serta Pontiac Solstice dan Saturn Sky sports car (2006-2007). Total mobil yang ditarik ke dealer mencapai hampir 7 juta unit di seluruh dunia pada tahun ini.

Sementara langkah antisipasi untuk menghindari kasus serupa juga diambil oleh Mary Barra. Ia menunjuk insinyur senior, Jeff Boyer, sebagai Vice President untuk bagian Keamanan Produk Global mulai bulan lalu. Pria yang sudah bekerja untuk perusahaan selama 40 tahun ini dipercaya untuk menduduki posisi yang baru saja dibentuk sebagai pemegang komando dalam aspek keamanan kendaraan. Untuk pertama kali dalam sejarah GM, pimpinan yang terkait dengan unsur safety mendapat posisi setara dengan vice president untuk divisi lainnya. "Rincian tanggung jawab Boyer akan segera diterjemahkan supaya masalah keamanan pada produk GM bisa dicarikan solusinya," ujar Mary Barra kepada awak media kemarin.

Jeff Boyer sendiri sebelumnya adalah direktur pelaksana untuk divisi engineering dan pengembangan sistem di General Motors. Pria berusia 58 tahun ini juga sempat kebagian tanggung jawab untuk mengurus proses sertifikasi performa dan keamanan produk. Namun ia relatif bersih dari skandal recall karena sewaktu masalah cacat produksi pertama kali diketemukan pada tahun 2004 silam, ia masih menduduki posisi di bagian purchasing.

Di hadapan kongres semalam, Mary Barra menyatakan siap memenuhi tanggung jawab moral dan hukum kepada keluarga korban meninggal. Namun ia masih akan menunggu putusan kongres dan pengadilan terkait skandal perusahaannya. Untuk mengurus proses hukum, GM menunjuk pengacara kenamaan Kenneth Feinberg, yang dikenal ahli mengurus masalah ganti rugi seperti dalam kasus 9/11 dan tumpahan minyak British Petroleum.

[Harga saham General Motors (NYSE:GM) ditutup pada posisi $33.62 atau melemah 2.64% pada sesi perdagangan Rabu (09/04)]

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar