Rabu, 29 Maret 2017

cfd  CFD

Ternoda Isu Recall, GM Tawarkan Mobil Pinjaman dan 'Uang Bensin'

Jumat, 14 Maret 2014 12:13 WIB
Dibaca 666

Monexnews -  General Motors (GM) sedang menghadapi proses penyelidikan hukum terkait dugaan cacat produksi pada jutaan unit produknya. Namun selain mengajukan permohonan maaf ke publik, perusahaan ini juga masih berusaha menjaga kepercayaan konsumennya. Salah satu cara adalah dengan menawarkan mobil pinjaman sebagai pengganti mobil yang di-recall.

GM menawarkan fasilitas mobil pinjaman gratis dan uang kompensasi $500 kepada pemilik mobil baru selama kendaraan mereka di-servis di bengkel. Menurut laporan yang dikirimkan kepada Kantor Administrasi Keselamatan Lalu Lintas, konsumen harus mengajukan surat permintaan untuk mendapat pinjaman mobil. Mereka dapat meminjam mobil sampai suku cadang yang cacat sampai di seluruh dealer sekitar tanggal 7 April mendatang. Sementara untuk 'uang bensin' sebesar $500, masa penawarannya hanya berlaku sampai 30 April 2014.

Pada 13 Februari lalu, perusahaan mengumumkan penarikan lebih dari 780,000 model Cobalt dan Pontiac G5 (keluaran 2005-2007). Kemudian dua pekan berselang, GM juga me-recall 842,000 unit Saturn Ion compact (2003-2007), dan Chevrolet HHR SUV serta Pontiac Solstice dan Saturn Sky sports car (2006-2007).

Kemarin, jaksa penuntut umum wilayah Manhattan, New York resmi menggelar penyelidikan terkait kasus cacat produksi mobil-mobil produksi General Motors (GM). Meskipun perusahaan otomotif terbesar Amerika itu telah melakukan recall unit, investigasi tetap berlaku karena 13 korban jiwa sudah melayang di jalan raya.

Kantor jaksa wilayah menolak untuk memberikan keterangan rinci tentang investigasi tersebut. Begitu pula dengan GM, yang belum mau berkomentar menyikapi proses hukum yang sedang berlangsung. "Kami belum bisa mengatakan apa-apa sekarang," ujar juru bicara perusahaan, Alan Adler, kepada CNN.

Penyidikan terfokus pada indikasi pembiaran komponen cacat produksi sejak satu dasawarsa silam. Tidak sempurnanya fungsi kerja pada bagian switch ignition konon sudah diketahui oleh tim insinyur sejak lama, namun tidak ada perbaikan sama sekali. Merespon kritik media dan pengamat, CEO General Motors (GM) awal bulan ini menyatakan bahwa perusahaannya berkomitmen untuk memuaskan konsumen. Penarikan atau recall 1.4 juta unit mobil bulan Februari lalu dilakukan sesuai prosedur. "Kami melakukannya (recall) tanpa keraguan sedikitpun, setelah mendengar saran dari teknisi berpengalaman," demikian urai CEO Mary Barra dalam memo yang ditujukan kepada seluruh karyawannya kemarin (Selasa 04/03).

GM melakukan recall sejak muncul laporan tentang 31 kecelakaan parah yang menyebabkan kematian 13 konsumen dalam beberapa tahun terakhir. Kontroversi menyeruak karena dalam dokumen yang diterima oleh otoritas pengawas, para insinyur GM ditengarai sudah mengetahui kekurangan ini sejak 10 tahun silam. Oleh karena itulah, perusahaan terpaksa menarik lebih banyak kendaraan untuk disempurnakan kembali.

GM sudah beberapa kali mengumumkan permintaan maafnya atas cacat produksi di berbagai produk. Presiden GM wilayah Amerika Utara, Alan Batey dalam pernyataannya bulan lalu menyebut kalau apa yang terjadi bukan sebesar yang diperkirakan masyarakat. Sementara CEO Mary Barra berjanji untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna mendapatkan laporan yang lengkap terkait kinerja produksinya. "Kami akan menguji dan memperbaiki proses produksi sehingga konsumen tidak mengalami hal serupa di masa depan," ujarnya.


[Harga saham General Motors (NYSE:GM) ditutup pada posisi $34.09 atau melemah 2.21% pada sesi perdagangan Kamis (13/03)]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar