Minggu, 23 April 2017

cfd  CFD

Tesla Bebaskan Perusahaan Lain Pakai Hak Patennya

Jumat, 13 Juni 2014 13:40 WIB
Dibaca 456

Monexnews -  Ketika beberapa produsen sedang sibuk berebut hak paten, Tesla justru berjanji tidak akan menuntut perusahaan manapun yang ingin memakai konsep ciptaannya. Perusahaan ini mempersilakan pihak manapun untuk meniru produl mobil listrik yang mereka prakarsai.

Statement itu diungkap oleh CEO Elon Musk dalam blog-nya hari Kamis kemarin. "Tesla tidak akan menggunakan hak patennya untuk menuntut siapapun yang ingin menggunakan teknologi kami," tulisnya di blog tersebut. Musk menegaskan bahwa perusahaannya didirikan untuk membangun industri transportasi tepat guna, dan tidak mementingkan profit semata. "Kalau kami memonopoli konsep pengembangan mobil listrik, maka sama saja kami tidak menepati komitmen tersebut," ujar Musk.

Tesla masih akan tetap mendaftarkan setiap inovasinya kepada pihak pengawas, namun hal itu dilakukan untuk melindungi hak ciptanya agar tidak dikuasai pihak lain. Sesungguhnya dari sisi ekonomis, perusahaan manapun akan sangat diuntungkan oleh izin penggunaan hak paten. Biaya izin penggunaan hak cipta sendiri sudah menjadi komponen laba yang tida terpisahkan, khususnya bagi perusahaan yang bergerak di sektor teknologi. "Perusahaan yang mengandalkan laba dari hak paten adalah perusahaan yang lemah," imbuh Musk.

Sejak Elon Musk merilis tulisan itu ke blog, saham Tesla langsung anjlok 1% meski masih menguat 35% sepanjang tahun ini. Investor tentu lebih suka kalau Tesla tetap menggunakan hak hukum atas inovasi yang dibuatnya karena bisa menghasilkan pemasukan ekstra.

Nama Tesla memang luar biasa menyita perhatian pelaku pasar keuangan dan komunitas otomotif Amerika Serikat sepanjang tahun 2013 lalu. Produsen yang pernah dianggap sebagai perusahaan tanpa prospek ini sukses merajai industri mobil listrik sehingga harga sahamnya melonjak drastis di pasar berkat angka penjualan fantastis.

Tesla sukses mencuri pangsa pasar otomotif Amerika melalui berbagai kendaraan berbahan bakar non-migas. Setelah bergerilya selama 10 tahun di industrinya, perusahaan yang berbasis di California ini akhirnya mampu mencetak laba sejak kuartal perdana 2013. Keberhasilan Tesla dalam memasarkan mobil listrik langsung mendapat pujian dari berbagai kalangan, mulai dari pemerhati teknologi sampai pelaku pasar keuangan.

Rapor cemerlang dalam lini finansial Tesla tidak lepas dari tangan dingin CEO Elon Musk, yang dikenal sebagai pebisnis paling disegani di Amerika saat ini karena selalu mampu menyulap perusahaan skala menengah menjadi raksasa kelas dunia. Setelah berhasil mengangkat nama PayPal dan Space Exploration Technologies, Musk masuk ke Tesla dan sukses menaikkan pamor mobil listrik. Di bawah tangan dinginnya, angka penghasilan Tesla naik lebih dari 12 kali lipat di kuartal perdana lalu, dan perusahaan sedang menapaki target penjualan $2 miliar di tahun 2013. Harga sahamnya juga meroket lebih dari empat kali lipat dari level pembukaan tahun walaupun angka penjualan sempat gagal memenuhi harapan analis.

Dalam rilis daftar pebisnis paling berpengaruh di tahun 2013, Fortune menempatkan Elon Musk pada ranking pertama. Ia dianggap lebih memberikan kontribusi terhadap industri ketimbang nama-nama beken seperti Carl Icahn atau David Einhorn, dua investor yang komentar-komentarnya kerap menarik atensi publik. Terdapat 3 alasan yang membuat Musk menjadi begitu influensial tahun ini, yakni perubahan budaya yang diusungnya kepada masyarakat, lonjakan laba yang diraih Tesla tahun ini dan kenaikan harga saham ke rekor tertingginya. Ketiga kualitas itulah yang mengantarkan Elon Musk sebagai sosok paling berpengaruh di dunia bisnis Amerika.

[Harga saham Tesla (NASDAQ:TSLA) ditutup turun 0.46% pada sesi perdagangan hari Kamis (12/06) ke level $203.52]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar