Selasa, 12 Desember 2017

cfd  CFD

Tesla Beli Perusahaan Spesialis Pembuat Bodi Kendaraan

Kamis, 7 Mei 2015 9:49 WIB
Dibaca 1950

Monexnews - Tesla Motors melakukan investasi penting dengan membeli sebuah perusahaan suku cadang mobil asal Michigan, Riviera Tool. Perusahaan mobil listrik ini kemungkinan akan memanfaatkan keahlian Riviera dalam membuat panel mobil yang berkualitas.

Riviera dikenal sebagai perusahaan yang memakai sistem stamping dalam pembuatan panel bodi mobil. Tesla ingin memanfaatkan keahlian tersebut dalam produk mobil keluarannya di masa depan. Pihak Tesla sendiri mengiyakan kabar akuisisi tersebut setelah rumornya lebih dahulu bocor di media Detroit Free Press.

Belum ada rencana perubahan struktur Riviera oleh induk usahanya yang baru. Tesla juga berjanji akan mempertahankan 100 orang pekerja Riviera. Berita akuisisi sendiri muncul hanya beberapa jam setelah Tesla melaporkan kerugian senilai $154 juta di kuartal pertama 2015 kepada publik. Biang penyebab kerugian tidak lain adalah borosnya pengeluaran untuk ekspansi dan biaya peluncuran SUV model X Sport.

Akuisisi Riviera seakan menandai agresivitas Tesla dalam memperluas bisnisnya. Inovasi terbaru juga dilakukan dengan memproduksi model S dan seri X berbahan dasar alumunium. Di sinilah Riviera akan mengambil peran penting dalam proses pembuatannya karena perusahaan Michigan ini menggunakan metode stamping khusus yang tidak bisa dilakukan oleh perusahaan lainnya.

Tesla sendiri sedang dirundung masa sulit, khususnya terkait dengan kegagalan mencapai target penjualan di luar negeri. CEO Elon Musk bahkan berencana mengurangi jumlah tenaga kerjanya di China karena angka penjualan mobil listrik tidak kunjung meningkat. Tesla tidak mau mengumumkan berapa jumlah karyawan yang akan di-PHK. Namun yang pasti langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi dan membangun fondasi perusahaan yang lebih kuat. Tesla memang kurang diminati di Tiongkok sehingga angka penjualannya hanya mencapai 2500 unit selama sembilan bulan terakhir di 2014. Padahal di awal tahun lalu, CEO Elon Musk sesumbar perusahaannya mampu menjual lebih dari 5000 unit mobil dalam satu tahun. Artinya, Tesla gagal memenuh target sehingga perusahaan memerlukan strategi baru untuk menghemat pengeluaran operasional. Musk beberapa pekan lalu sempat mengancam akan memecat karyawannya yang mengurus bisnis di luar negeri karena dianggap tidak becus dalam menjual barang dagangan.

Harga saham Tesla anjlok 7% pada tanggal 13 Januari lalu, tepat setelah ada laporan angka penjualan di China selama kuartal IV yang di bawah target. "Kami akan memperbaiki hal ini. Bisnis Tesla di China akan positif setidaknya di pertengahan 2015," kata Musk kala itu. Sebagai langkah awal, ia mengirimkan memo ancaman kepada manajer-manajer yang berisi seruan agar mereka meningkatkan omset penjualan. Jika tidak, maka kantor Tesla pusat tidak akan segan memecat atau memindahkan stafnya ke lokasi lain. Elon Musk memiliki proyek jangka panjang untuk Tesla. Ia menargetkan jumlah produksi tahunan mencapai 500.000 unit di tahun 2020 dengan China dan Amerika sebagai pasar andalan.

[Harga saham Tesla (NASDAQ:TSLA) ditutup pada posisi $230.43 di sesi perdagangan hari Rabu (06/05) atau melemah 1,08% dibandingkan level pembukaan.] (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar