Rabu, 24 Mei 2017

breaking-news Ifo: Indeks Iklim Bisnis Jerman naik ke 114.6 di Mei dari 112.9 di April, estimasi 113.1.

cfd  CFD

Tesla Belum Menyerah Rebut Perhatian Konsumen China

Selasa, 12 Mei 2015 14:36 WIB
Dibaca 3970

Monexnews - Produk Tesla Motors gagal menarik simpati konsumen China meski berhasil mencuri perhatian di sektor otomotif Amerika Serikat. Berbagai cara dilakukan oleh pihak perusahaan untuk mengerek angka penjualan di pasar otomotif terbesar dunia itu. Salah satunya adalah dengan menyesuaikan mobil listrik buatannya dengan standar teknologi di Tiongkok.

Tesla akan memodifikasi produk-produknya supaya sesuai dengan standar pengisian baterai (charging) yang berlaku di China. Jajaran direksi menilai salah satu alasan kenapa mobil listrik tidak laku di Tiongkok adalah karena spesifikasinya belum sama dengan standar yang berlaku di sana. Pemerintah pusat memang memberlakukan standar pengisian baterai secara nasional untuk mempromosikan penggunaan mobil listrik dan membantu pengguna untuk mengetahui sisa baterainya. Standar ini masih digodok oleh otoritas terkait dan masih menunggu waktu untuk diumumkan.

Menurut analis bisnis, kurangnya stasiun pengisian baterai dan inkompatibilitas antara produk Tesla dengan sistem pengisian daya yang dimiliki oleh pemerintah menjadi alasan di balik keengganan konsumen. Menurut angka statistik lembaga riset JL Warren Capital, jumlah mobil Tesla yang terdaftar di China selama sembilan bulan terakhir tidak sampai 2.500 unit.

Tesla bahkan berencana mengurangi jumlah tenaga kerjanya di China karena angka penjualan mobil listrik tidak kunjung meningkat, meski tidak mau mengumumkan berapa jumlah karyawan yang akan di-PHK. Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi dan membangun fondasi perusahaan yang lebih kuat. Tesla memang kurang diminati di Tiongkok padahal CEO Elon Musk sempat sesumbar perusahaannya mampu menjual lebih dari 5000 unit mobil dalam satu tahun. Artinya, Tesla gagal memenuh target sehingga perusahaan memerlukan strategi baru untuk menghemat pengeluaran operasional. Musk sampai harus menebar ancaman pemecatan terhadap karyawannya yang mengurus bisnis di luar negeri karena dianggap tidak becus dalam menjual barang dagangan.

Harga saham Tesla anjlok 7% pada tanggal 13 Januari lalu, tepat setelah ada laporan angka penjualan di China selama kuartal IV yang di bawah target. "Kami akan memperbaiki hal ini. Bisnis Tesla di China akan positif setidaknya di pertengahan 2015," kata Musk kala itu. Sebagai langkah awal, ia mengirimkan memo ancaman kepada manajer-manajer yang berisi seruan agar mereka meningkatkan omset penjualan. Jika tidak, maka kantor Tesla pusat tidak akan segan memecat atau memindahkan stafnya ke lokasi lain. Elon Musk memiliki proyek jangka panjang untuk Tesla. Ia menargetkan jumlah produksi tahunan mencapai 500.000 unit di tahun 2020 dengan China dan Amerika sebagai pasar andalan.

[Harga saham Tesla (NASDAQ:TSLA) ditutup pada posisi $239.49 di sesi perdagangan hari Senin (11/05) atau menguat 1,22% dibandingkan level pembukaan.]  (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar