Minggu, 24 September 2017

cfd  CFD

Tesla Berencana Kembangkan Baterai Solar untuk Rumah Tangga

Jumat, 27 Februari 2015 14:24 WIB
Dibaca 819

Monexnews - Tesla tidak lagi ingin dikenal sebagai produsen mobil listrik pertama di dunia. Perusahaan asal Amerika Serikat ini juga ingin bermain di bisnis penyedia tenaga berbasis baterai untuk rumah tangga.

Rencana ini dipaparkan oleh CEO Elon Musk dalam conference call dengan analis keuangan beberapa jam lalu. Teknologi baterai yang selama ini dipakai untuk kendaraan nantinya akan dipergunakan pula untuk sumber tenaga di rumah-rumah dan kantor. Tenaga matahari akan dirancang untuk menggantikan peran tenaga listrik konvensional untuk kebutuhan konsumsi di malam hari.

Tesla sendiri belum mau menjelaskan tentang rincian proyek baterai untuk rumah tangga dan bisnis. "Kami sudah memiliki disainnya dan berencana mulai produksi dalam 6 bulan atau lebih," kata Musk kepada investor. Konon penggunaan teknologi solar dihasilkan melalui kerjasama dengan perusahaan yang sudah lebih mapan di bidangnya yaitu SolarCity.

Tesla tidak takut bersaing dengan produsen baterai yang lebih dulu ada semacam Bosch, GE dan Samsung. Tim riset universitas Harvard dan MIT telah mengembangkan baterai berbasis energi terbarukan untuk kebutuhan masa depan. Masih belum diketahui apakah konsep yang dikembangkan oleh Tesla serupa dengan apa yang diteliti oleh akademisi di kedua perguruan tinggi tersebut. Satu hal yang pasti, pengembangan baterai solar akan dijalankan di pabrik baru Tesla.

Tesla beberapa bulan lalu telah mengumumkan rincian rencana pembangunan pabrik raksasa. Tujuan utamanya adalah membuat mobil listrik secara massal dengan harga yang lebih murah. Pembuatan baterai yang hemat dan berdaya tahan tinggi diharapkan bisa menghasilkan harga yang kompetitif bagi mobil elektrik di masa depan. Panasonic sendiri akan mendapat tempat khusus di pabrik baru sebagai penyuplai baterai karena ikut menanamkan modal. Dengan membuat baterai lithium-ion secara massal, Tesla berharap harga jual produknya jadi lebih murah bagi konsumen.

Seperti diberitakan awal bulan September lalu, spekulasi tentang pembangunan pabrik mobil 'Gigafactory' Tesla akhirnya terjawab. Dari sekian banyak kota yang dijajaki untuk pendirian fasilitas canggih ini, Nevada akhirnya terpilih sebagai lokasi akhir.

Negara bagian Nevada akan memberikan fasilitas keringanan pajak dan insentif lainnya senilai total $1.25 miliar kepada Tesla. Namun sebagai timbal baliknya, pemda diperkirakan bisa menghasilkan keuntungan ekonomi sampai $100 miliar dalam 20 tahun ke depan. Keberadaan pabrik Tesla diprediksi mampu menyerap 6500 karyawan dan membuka setidaknya 22.500 lapangan kerja baru di wilayah sekitarnya. Sementara Kantor Pengembangan Ekonomi Nevada memprediksi Gigafactory mampu memberi pemasukan sekitar $1.9 miliar kepada badan dan instansi daerah dalam dua dasawarsa ke depan.

Sedangkan untuk fasilitas pajaknya, Tesla akan mendapat tax breaks senilai total $725 juta dalam 20 mendatang dan keringanan $332 juta untuk pajak properti dalam satu dasawarsa ke depan. Tidak hanya itu, Tesla juga akan mendapat diskon $8 juta dari PLN untuk tagihan listriknya. Masih belum ada kejelasan tentang porsi produksi dari proyek baterai solar di pabrik baru tersebut.

[Harga saham Tesla Motors (NASDAQ:TSLA) ditutup pada posisi $207.19 atau menguat 1,68% di sesi perdagangan hari Kamis (26/02).] (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar