Senin, 27 Maret 2017

cfd  CFD

Titip Produksi Mobil, Suzuki Terseret Isu Recall GM

Senin, 26 Mei 2014 9:43 WIB
Dibaca 628

Monexnews - Masalah recall produk yang dialami oleh General Motors menular ke merek mobil lainnya. Suzuki juga terpaksa menarik kendaraan buatannya yang beredar di wilayah Amerika Serikat karena masalah teknis.

Idealnya, kinerja produksi setiap pabrikan otomotif tidak tergantung pada isu yang sedang hangat di industrinya. Namun kondisinya tentu akan berbeda jika suatu perusahaan menjalin kerjasama produksi dengan perusahaan lain. Untuk pembuatan produknya di Amerika Serikat, Suzuki selama ini mempercayakan produksinya kepada pabrik General Motors (GM) yang berlokasi di Korea Selatan. Sayangnya, perusahaan asal Jepang ini harus menanggung kekecewaan karena mereka juga harus menarik 184.000 unit mobil dari tangan konsumen akibat adanya gangguan teknis. Recall mobil Suzuki diumumkan setelah keluar rekomendasi dari National Highway Traffic Safety Association (NHTSA), pengawas keselamatan berkendara dan produk otomotif Amerika.

"Suzuki akan memberitahukan hal ini kepada pemilik kendaraan, namun perusahaan belum memberikan rincian jadwalnya kepada kami," demikian pernyataan resmi NHTSA. Pihak pengawas berjanji akan terus mengawasi pertanggungjawaban Suzuki kepada konsumennya.

Adapun masalah teknis pada produk Suzuki edisi Amerika adalah terdapat pada switch lampu depan, di mana komponennya mudah panas dan berisiko menyebabkan kebakaran. Mobil yang akan ditarik ke bengkel untuk perbaikan termasuk varian Forenza keluaran 2004-2008 dan Reno buatan tahun 2005-2008. Sebagai perakit mobil, GM menyatakan sudah mendapatkan informasi recall dari pihak Suzuki dan bahkan mengaku sudah mendengar pengaduan soal kecelakaan akibat terbakarnya komponen switch.

Musibah Recall General Motors

Seperti diketahui, GM sepanjang tahun ini telah menarik 13.8 juta unit mobil di seluruh dunia karena banyaknya masalah teknis. Salah satu skandal yang paling ramai dibicarakan adalah soal cacat produksi pada komponen switch starter, yang sudah berlangsung sangat lama. Kasus recall GM resmi masuk ranah hukum saat Jaksa penuntut umum wilayah Manhattan, New York menggelar penyelidikan terkait kasus cacat produksi pada mobil-mobilnya yang dijual di Amerika. Meskipun perusahaan otomotif terbesar negeri Paman Sam itu telah melakukan recall unit, investigasi tetap berlaku karena 13 korban jiwa sudah melayang di jalan raya.

Penyidikan terfokus pada indikasi pembiaran cacat produksi sejak satu dasawarsa silam. GM sendiri telah melakukan recall mulai Februari untuk memperbaiki masalah dalam komponen switch, yang telah menyebabkan 31 kecelakaan parah dan kematian 13 pengendaranya dalam beberapa tahun terakhir. Kontroversi menyeruak karena dalam dokumen yang diterima oleh otoritas pengawas, para insinyur GM ditengarai sudah mengetahui kekurangan ini sejak 10 tahun silam. Oleh karena itulah, perusahaan terpaksa menarik lebih banyak kendaraan untuk disempurnakan kembali.

Sebagai wujud tanggung jawabnya, GM menawarkan berbagai fasilitas kepada konsumen yang dirugikan mulai dari peminjaman mobil pengganti secara gratis hingga pemberian uang kompensasi $500 kepada pemilik mobil baru selama kendaraan mereka di-servis di bengkel.

Pada medio Februari lalu, perusahaan mengumumkan penarikan lebih dari 780,000 model Cobalt dan Pontiac G5 (keluaran 2005-2007). Kemudian dua pekan berselang, GM juga me-recall 842,000 unit Saturn Ion compact (2003-2007), dan Chevrolet HHR SUV serta Pontiac Solstice dan Saturn Sky sports car (2006-2007). Total mobil yang ditarik ke dealer mencapai hampir 7 juta unit di seluruh dunia pada tahun ini.

[Harga saham General Motors (NYSE:GM) ditutup pada posisi $33.63 atau menguat 0.63% pada sesi perdagangan Jumat (23/05)]

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar