Rabu, 24 Mei 2017

cfd  CFD

Toyota: China Pasar Potensial Mobil Hibrida

Senin, 21 April 2014 11:35 WIB
Dibaca 719

Monexnews - Toyota Motor menunjukkan keseriusannya dalam menggarap potensi pasar di negeri tirai bambu. Produsen otomotif terbesar Jepang ini berniat merilis mobil yang komponennya diproduksi di wilayah China mulai tahun depan.

Toyota akan menjual versi hibrida (hybrid) untuk model Corolla dan sedan Levin di China. Perusahaan bahkan berjanji untuk melengkapinya dengan suku cadang buatan lokal, sesuai dengan komitmennya untuk memproduksi mobil berbahan bakar bensin dan listrik di luar wilayah Jepang.

Pembuatan mobil hibrida di negara perekonomian terbesar Asia merupakan kebijakan yang berpotensi mendatangkan keuntungan besar. Beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan otomotif memang melirik China sebagai pangsa pasar utama karena pertumbuhan warga golongan menengahnya sangat besar. Di samping itu, biaya produksi di negeri tirai bambu juga tergolong murah jika dibandingkan dengan negara berkembang lainnya. Strategi untuk mempromosikan mobil hibrida sendiri dipandang sesuai dengan tuntutan zaman. Sistem bahan bakar hibrida dianggap sejalan dengan kampanye ramah lingkungan dan berkurangnya ketergantungan masyarakat terhadap hasil bumi. Terlebih lagi, kadar polusi di China cukup tinggi sehingga trend penggunaan mobil diharapkan meningkat seiring peralihan trend sadar lingkungan.

Toyota sendiri telah membuat mobil hibrida varian Prius dan Camry di China, namun perusahaan masih harus mengimpor beberapa komponen utama dari luar di antaranya seluruh bagian pada sistem kerja hibrida. Pembuatan komponen di lokasi terpisah seperti ini dipandang tidak efektif dan lebih boros karena komponen yang dikirimkan harus terkena pajak impor.

Pada tahun 2015, sedan Corolla dan Levin hibrida akan menggendong baterai asli buatan China, berikut dengan komponen transaxle dan inverter-nya. Kepastian tersebut diungkap oleh Executive Vice President, Yasumori Ihara, di acara Auto China car show di Beijing hari Minggu (20/04). Toyota menargetkan untuk menjual mobil sebanyak 2 juta unit per tahun di China atau dua kali lipat dari angka penjualannya saat ini meski perusahaan tidak mempunyai target waktu pencapaian. Oleh karena itulah, sebanyak 15 model baru akan diperkenalkan mulai tahun depan sampai akhir 2017.

China menguasai 10% dari total penjualan Toyota di seluruh dunia. Pada 2013 lalu, Toyota mampu menjual 917.000 kendaraan di negara ini atau 9% lebih banyak dibandingkan satu tahun sebelumnya. Sebanyak 20.400 unit mobil hibrida laris diborong konsumen tahun lalu atau 7.900 lebih banyak dibandingkan torehan tahun 2012.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar