Sabtu, 27 Mei 2017

cfd  CFD

Toyota Rombak Divisi Penjualannya di Amerika Serikat

Senin, 28 April 2014 10:54 WIB
Dibaca 544

Monexnews - Toyota Motor Corp. berencana melakukan restrukturisasi divisi pemasarannya yang berlokasi di California. Menurut sumber dekat perusahaan yang dikutip oleh Wall Street Journal, perubahan struktur kepegawaian juga akan dirombak mulai hari Senin ini (28/04).

Toyota mempekerjakan 5000 orang di kantor California, dan sebagian besar dari mereka berbasis di kantor marketing Toyota Motor Sales U.S.A., pinggiran wilayah Torrance. Perusahaan otomotif terbesar dunia ini memang menempatkan kantor pusat penjualan di California Selatan sejak tahun 1957. Namun seiring berjalannya waktu, kantor semakin diperluas dan lini operasionalnya bertambah hingga mencakup product planning, desain kendaraan, kredit mobil hingga keuangan dan logistik.

Dari beberapa divisi yang ada di sana, Toyota dikabarkan hanya akan merombak divisi pemasaran. Sumber perusahaan menyebut adanya rencana pemindahan beberapa posisi pekerjaan ke kantor yang berada di negara bagian lain walaupun pihak perusahaan sama sekali belum mau berkomentar. Kebijakan perusahaan tentu mengancam masa depan karyawan, yang kebanyakan sudah mengabdi selama bertahun-tahun. Pihak direksi konon sudah mempersiapkan paket kompensasi dan remunerasi baru, baik bagi pekerja yang berkenan pindah atau menolak untuk di-mutasi. Masih belum jelas juga berapa orang yang akan terkena PHK akibat restrukturisasi perusahaan.

Toyota sendiri memang sedang giat merombak roda bisnisnya di berbagai wilayah. Bukan hanya di Amerika, kebijakan relokasi juga dilakukan hingga ke China mulai tahun depan demi menurunkan biaya produksi. Di negara ini, Toyota akan memproduksi sekaligus menjual versi hibrida (hybrid) untuk model Corolla dan sedan Levin. Perusahaan bahkan berjanji untuk melengkapinya dengan suku cadang buatan lokal, sesuai dengan komitmennya untuk memproduksi mobil berbahan bakar bensin dan listrik di luar wilayah Jepang.

Pembuatan mobil hibrida di negara perekonomian terbesar Asia merupakan kebijakan yang berpotensi mendatangkan keuntungan besar. Beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan otomotif memang melirik China sebagai pangsa pasar utama karena pertumbuhan warga golongan menengahnya sangat besar. Di samping itu, biaya produksi di negeri tirai bambu juga tergolong murah jika dibandingkan dengan negara berkembang lainnya. Strategi untuk mempromosikan mobil hibrida sendiri dipandang sesuai dengan tuntutan zaman. Sistem bahan bakar hibrida dianggap sejalan dengan kampanye ramah lingkungan dan berkurangnya ketergantungan masyarakat terhadap hasil bumi. Terlebih lagi, kadar polusi di China cukup tinggi sehingga trend penggunaan mobil diharapkan meningkat seiring peralihan trend sadar lingkungan.

China menguasai 10% dari total penjualan Toyota di seluruh dunia. Pada 2013 lalu, Toyota mampu menjual 917.000 kendaraan di negara ini atau 9% lebih banyak dibandingkan satu tahun sebelumnya. Sebanyak 20.400 unit mobil hibrida laris diborong konsumen tahun lalu atau 7.900 lebih banyak dibandingkan torehan tahun 2012.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar