Jumat, 28 Juli 2017

cfd  CFD

'Twitter Berkicau Nyaring di New York'

Jumat, 8 November 2013 10:28 WIB
Dibaca 558

Monexnews - Debut impresif dicatat oleh Twitter di lantai bursa New York semalam (Kamis 7 November 2013). Saham media sosial paling populer di dunia mengakhiri sesi pertamanya dengan kenaikan harga mencapai 73% dari banderol awalnya sekaligus menandai besarnya apresiasi pelaku pasar terhadap prospek bisnis sebuah perusahaan media sosial.

Sesuai pengumuman sebelumnya, harga initial public offering (IPO) Twitter dipatok pada level $26. Sejak pukul 10.49 pagi (eastern time), sahamnya diperdagangkan di New York Stock Exchange (NYSE) dengan lonjakan harga di sesi awal menembus $45.10. Hanya dalam hitungan menit, harga kembali melonjak hingga $50.09 atau 93% lebih tinggi dibandingkan harga IPO untuk kemudian menutup sesi di posisi $44.90. Mengacu pada level harga dekat $45, maka kapitalisasi pasar perusahaan berlogo burung kecil itu adalah senilai $24 miliar atau Rp270.5 triliun!

Kiprah awal Twitter nyaris serupa dengan apa yang dialami oleh perusahaan situs web LinkedIn kala IPO dulu, di mana harga sahamnya naik hampir dua kali lipat di hari pertama. Kegagalan pada saat IPO Facebook tahun lalu memang sempat membayangi keyakinan pelaku pasar terhadap Twitter, namun dalam kenyataannya proses IPO berlangsung lancar tanpa kendala. TWTR bahkan menjadi komponen indeks yang paling aktif ditransaksikan semalam dengan volume jual beli mencapai lebih dari 117.3 juta saham.

Co-founder Twitter, Evan Williams, menjadi pemegang saham perorangan terbesar dengan rasio kepemilikan sebesar 12% yakni di angka $2.6 miliar berdasarkan harga penutupan $45.10. Sementara Peter Fenton, salah satu anggota direksi, menguasai saham senilai $1.4 miliar. Pendiri Twitter lainnya, Jack Dorsey, mempunyai saham nyaris sebesar $1.1 miliar kemudian disusul oleh CEO Dick Costolo yang 'hanya' memiliki saham sekitar $346 juta. Setidaknya enam perusahaan investasi menguasai saham Twitter di atas 5%. Nama Rizvi Traverse menjadi perusahaan teratas dengan total portofolio Twitter hampir 18% senilai $3.8 miliar.

Pertanyaan yang kini layak dilontarkan adalah tentang prospek bisnis perusahaan itu sendiri. Lonjakan harga saham di hari pertama sesungguhnya tidak mencerminkan kinerja fundamental Twitter beberapa tahun terakhir. Perusahaan memang mampu mencetak angka penjualan $317 juta pada tahun 2012, akan tetapi masih merugi sebanyak $79.4 juta. Sedangkan untuk 9 bulan pertama tahun ini, penghasilan Twitter menembus angka $422 juta, namun lagi-lagi tingkat kerugiannya ikut membengkak jadi $134 juta.

Pelaku pasar patut mencari tahu program kerja apa saja yang akan dilakukan oleh Twitter pasca sukses meraup modal baru $1.8 miliar dari pasar saham. Bisnis andalan yang potensial digarap masih seputar iklan. Dengan menampilkan iklan untuk pelanggan korporasi, perusahaan bisa lebih serius menggenjot pemasukan via kicauan-kicauan berbayar dan konten dari sponsor. Selain itu, pihak direksi harus menciptakan terobosan baru guna menambah pos pemasukannya untuk membuktikan bahwa performa saham semalam bukanlah euforia sesaat.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar