Jumat, 26 Mei 2017

breaking-news Klaim Pengangguran AS naik ke 234K pekan lalu,sebelumnya 232K, perkiraan 238K

cfd  CFD

Twitter Dituntut Lebih Kreatif Garap Negara Berkembang

Selasa, 26 November 2013 14:34 WIB
Dibaca 479

Monexnews - Di balik tingginya lesatan harga saham Twitter sejak pertama kali diperdagangkan awal bulan ini, tersirat pekerjaan rumah besar yang harus dituntaskan oleh jajaran direksinya. Pelaku pasar menantikan inovasi baru yang bisa menaikkan nilai tambah saham mengingat sejak pertama kali berdiri, perusahaan media sosial ini belum meraup laba sama sekali.

Kini Twitter adalah perusahaan publik, di mana pihak manajemen wajib memberitahukan segala kebijakan pada pemegang sahamnya. Investor wajib mengetahui langkah bisnis apa saja yang diambil oleh perseroan guna mengerek tingkat keuntungan. Banyak pengamat menilai Twitter harus serius menggarap pasar mobile, sebagaimana dilakukan oleh media sosial pada umumnya. Dalam hal ini, Twitter sudah mengantongi modal berharga yakni 75% basis pengguna yang mengakses layanannya via perangkat mobile seperti tablet PC dan smartphone. Lebih dari separuh pemasukan usaha juga berasal dari pemasangan iklan pada aplikasi mobile.

Walaupun sudah membeli perusahaan iklan spesialis mobile MoPub seharga $350 juta bulan September lalu, Twitter belum menjadi pemain penting di wilayah Asia. Padahal menurut lembaga riset Gartner, kawasan Asia Pasifik merupakan pasar iklan mobile terbesar dunia dengan estimasi belanja mencapai $4.8 miliar tahun ini. Jika dibandingkan dengan perusahaan teknologi rivalnya, porsi pengguna Twitter relatif kecil di wilayah ini yaitu hanya sekitar 2%. Sementara pasar Facebook dan Google mencapai 16% dan 53% di Asia Pasifik.

Untuk bisa berbicara banyak di wilayah negara berkembang, Twitter harus mampu menyaingi perusahaan start-up seperti Sina dan Weibo serta aplikasi chat semacam WeChat. Weibo adalah raja media internet China dengan lonjakan omset mencapai tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu, dan kenaikan angka penjualan menembus 21%. Di sisi lain, WeChat justru melaba dari pesatnya animo warga India, Malaysia dan Thailand terhadap aplikasi mobile. Perusahaan sebesar Tencent bahkan menggunakan aplikasi ini untuk menggenjot angka penjualan melalui transaksi online.

Oleh karena itu, pemangku kebijakan Twitter dituntut untuk mampu memahami apa kemauan masyarakat di kawasan Asia Pasifik dari sebuah media sosial. Perilaku dan kesukaan warga di wilayah ini tentu berbeda dengan demografi pengguna internet di Amerika. Bahkan jika diperlukan, Twitter bisa menggandeng perusahaan lain untuk menaikkan popularitasnya. Apabila nantinya pihak direksi sukses mengerek daya tarik layanan di mata pengguna teknologi, maka dengan sendirinya order pemasangan iklan ikut naik. Hanya dengan membangun reputasi di negara berkembang, Twitter bisa meraup laba besar karena di wilayah inilah trend belanja modal dan trend penggunaan aplikasi mobile terus melonjak.

Debut impresif dicatat oleh Twitter di lantai bursa New York pada hari Kamis, 7 November 2013. Saham media sosial paling populer di dunia mengakhiri sesi pertamanya dengan kenaikan harga mencapai 73% dari banderol awalnya sekaligus menandai besarnya apresiasi pelaku pasar terhadap prospek bisnis sebuah perusahaan media sosial.

Namun terlepas dari tingginya lonjakan harga di sesi-sesi awal perdagangan, beberapa analis menilai 'burung biru' sudah terbang terlalu tinggi karena secara aspek fundamentalnya belum mencerminkan kapitalisasi pasar yang mancapai $24.4 miliar atau Rp270,5 triliun. Twitter memang mampu mencetak angka penjualan $317 juta pada tahun 2012, akan tetapi masih merugi sebanyak $79.4 juta. Sedangkan untuk 9 bulan pertama tahun ini, penghasilan Twitter menembus angka $422 juta, namun lagi-lagi tingkat kerugiannya ikut membengkak jadi $134 juta. Singkat kata, selama tiga tahun belakangan perusahaan media sosial ini belum mampu melaba sama sekali.

*Harga saham Twitter ditutup pada posisi $39.06 hari Senin (25/11) atau turun 4.7% dari level pembukaan.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar