Rabu, 28 Juni 2017

cfd  CFD

Twitter Mencoba Redakan Ketegangan Dengan Pemerintah Turki

Senin, 14 April 2014 19:22 WIB
Dibaca 337

Monexnews -

Twitter Inc. sedang berusaha untuk meredakan ketegangan di Turki di tengah tuduhan dari pemerintahan Perdana Menteri Tayyip Erdogan bahwa perusahaan asal AS tersebut menghindar dari pajak dan menolak untuk mematuhi hukum di Turki.

Wakil presiden untuk kebijakan global publik Twitter, Colin Crowell bertemu dengan Tayfun Acarer, yang merupakan seorang kepala otoritas teknologi informasi dan komunikasi, di Ankara pada hari ini, kata juru bicara Acarer melalui telepon. Namun juru bicara untuk Twitter, Nu Wexler, menolak berikan komentar untuk kejadian tersebut.

Erdogan menuduh bahwaTwitter, perusahaan yang berbasis di San Fransisco melakukan penggelapan pajak, sementara itu Burhan Kuzu, yang merupakan seorang anggota parlemen berupaya mengajukan tuntutan kembali ke konstitusi Turki, mengajukan kasus ini ke Mahkamah Konstitusi pada tanggal 10 April untuk melarang perusahaan layanan mikroblogging ini di pulihkan. Kuzi mengutip postingan Twitter yang menghinanya. Situs ini mengabaikan ratusan putusan dari pengadilan Turki untuk membuka isi yang berisikan sejumlah fitnah, kata Menteri urusan Eropa Turki, Mevlut Cavusoglu pada hari ini.

“Twitter seharusnya memiliki kantor di Turki,” kata Cavusoglu kepada wartawan di Ankara. “Orang-rang harus memiliki hak untuk melawan dan membela diri mereka sendiri terhadap tuduhan-tuduhan.”

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar