Selasa, 28 Maret 2017

cfd  CFD

UMR Naik, Wal-Mart Urung Buka Cabang Baru

Jumat, 12 Juli 2013 13:26 WIB
Dibaca 616

Kenaikan standar upah di suatu wilayah kerap berdampak pada rencana ekspansi perusahaan, seperti apa yang terjadi dengan Wal-Mart pekan ini. Perusahaan ritel terbesar Amerika Serikat itu konon berniat membatalkan wacana pembukaan 3 cabang baru di area ibukota.

Monexnews - Pemerintah distrik Washington DC dan pejabat legislatif dalam beberapa pekan terakhir menggodok aturan upah minimum baru bagi perusahaan yang beroperasi di wilayah itu. Rancangan undang-undang baru ini mendapat penolakan dari pelaku bisnis karena kenaikan upah standar akan membebani biaya pengeluaran korporasi. Wal-Mart sudah jauh-jauh hari menentang keras proposal upah minmum dan pihak direksi bahkan kemarin sampai mengirim pelobi guna 'merayu' anggota dewan supaya menunda gagasan kenaikan upah. Mereka memiliki waktu 24 jam sebelum hasil voting resmi diketuk palu.

Ultimatum Wal-Mart akhirnya tidak digubris oleh pejabat legislatif sehingga rancangan aturan upah diloloskan pada sidang hari Kamis. Artinya, perusahaan yang beroperasi di Washington harus menaikkan upah karyawan dari $8.25 per jam menjadi $12.50 per jam. Namun hal itu hanya berlaku bagi perusahaan retailer dengan omset di atas $1 miliar dan luas toko di atas 75.000 kaki persegi. Kriteria itu berlaku bagi Wal-Mart, yang memang memiliki angka penjualan miliaran Dollar setiap tahunnya. Belum ada keterangan lebih lanjut atas sikap direksi terhadap putusan dewan. Namun UU yang baru ini belum akan berlaku sampai ditandatangani oleh walikota dan melewati proses peninjauan kongres.

*Harga saham Wal-Mart (WMT) ditutup pada level $77.63 atau naik 1.12% pada sesi perdagangan semalam

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar