Minggu, 26 Maret 2017

cfd  CFD

Untuk Pertama Kali Sejak Krisis, GM Bagikan Dividen

Rabu, 15 Januari 2014 12:34 WIB
Dibaca 532

Monexnews - Prestasi membanggakan ditorehkan oleh salah satu produsen otomotif terbesar Amerika Serikat. Untuk kali pertama sejak nyaris bangkrut sekitar lima tahun lalu, General Motors (GM) mampu membagikan dividen sebesar 30 sen per saham.

Sejak tahun 2008, GM sama sekali tidak membayar dividen tahunan kepada pemegang sahamnya karena kehabisan uang. Perusahaan akhirnya bisa selamat dari ancaman bangkrut berkat suntikan dana bail out pemerintah. Setelah sukses menghindari pailit di tahun 2009, GM berhasil meraup keuntungan di tahun 2010 sehingga pemerintah memutuskan untuk menarik investasinya yang masih merugi $10 miliar. Departemen Keuangan menilai kontribusi GM dan perusahaan lain yaitu Chrysler terhadap upaya pemulihan ekonomi jauh lebih besar, terutama jika dilihat dari besarnya daya serap tenaga kerja.

Dalam pengumuman tentang pembayaran dividen tahun 2013, GM menyatakan perolehan laba kuartal III sangat memuaskan. Pihak perusahaan bangga karena dapat mencatat keuntungan selama 15 kuartal berturut-turut. "Kami rasa investor juga berhak menikmati keberhasilan ini," ujar CEO Dan Akerson kepada awak media. Dividen akan dibagikan kepada pihak yang masih memegang saham GM sampai dengan 18 Maret nanti. 

GM Tolak Ganti Rugi Uang Rakyat

Beberapa pekan lalu, Dan Akerson menolak permintaan beberapa pihak untuk membayar ganti rugi investasi senilai $10 miliar kepada pemerintah Amerika Serikat. Produsen mobil terbesar di negara asalnya ini dianggap harus membayar uang sejumlah itu guna menutup selisih investasi negara dan kerugian dari penjualan sahamnya oleh pemerintah.

Akerson menganggap pemerintah sudah menerima konsekuensi risiko dari keputusannya untuk menanamkan modal pada General Motors. Padahal di saat yang sama, banyak investor justru menolak untuk investasi di GM. Seperti diketahui, pemerintah menaruh dananya guna menyelamatkan perusahaan itu dari kebangkrutan pasca krisis keuangan 2008-2009. Menurut Akerson, jika GM harus membayar kerugian yang dialami oleh negara maka pihaknya bisa terkena gugatan hukum dari pemegang saham lain yang tidak menerima ganti rugi.

“Saya tidak bisa menerima anggapan yang menyebut investasi di GM sebagai kerugian," kata Akerson pada National Press Club di Washington D.C. Ia mengatakan kalau paket bantuan $49.5 miliar yang diterima perusahaannya telah menyelamatkan pos pemasukan pajak nasional. Lebih dari itu, dengan menjaga GM supaya tetap beroperasi maka pemerintah sudah ikut membantu penciptaan lapangan kerja, penghematan kupon makanan dan tunjangan pengangguran. "Secara fair, keputusan bailout berdampak positif terhadap ekonomi Amerika," tutup bos GM.


[Harga saham General Motors (GM) ditutup pada posisi $40.02 atau menguat 1.11% pada sesi pedagangan semalam (13/02)]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar