Jumat, 26 Mei 2017

breaking-news Klaim Pengangguran AS naik ke 234K pekan lalu,sebelumnya 232K, perkiraan 238K

cfd  CFD

Via Paket Data, Sprint Memulai Perang Harga dengan T-Mobile

Jumat, 22 Agustus 2014 14:03 WIB
Dibaca 856

Monexnews - Persaingan antar operator seluler di Amerika Serikat (AS) semakin keras dari waktu ke waktu. Kali ini giliran Sprint yang memberika shock-therapy kepada perusahaan-perusahaan rival dengan meluncurkan paket data murah.

Sprint mengumumkan paket data unlimited terbaru kepada pengguna smartphone dengan biaya bulanan $60. Program paket data murah ini adalah bagian dari strategi bisnisnya di bawah CEO baru, Marcelo Claure, di tahun 2014.

Harga yang ditawarkan oleh Sprint lebih murah dibandingkan paket data T-Mobile, yang sebelumnya diklaim paling murah dengan banderol $80 per bulan. Sedangka pemain besar lainnya seperi Verizon dan AT&T sama sekali tidak memberikan penawaran paket data unlimited kepada konsumennya.

"Orang sudah kenal Sprint karena paket datanya. Kami selalu menjadi yang terdepan dalam menawarkan fasilitas tersebut," ujar Claure dalam pernyataannya. Selain untuk paket unlimited, Sprint juga menawarkan harga baru dalam pada berbagai produk kepada konsumennya. Salah satunya adalah penawaran harga $160 per bulan untuk empat line telepon keluarga dengan akses data 20gb untuk pemakaian kolektif. Banderol tersebut lebih terjangkau ketimbang paket keluarga serupa yang ditawarkan Verizon dan AT&T ($310) serta T-Mobile ($180).

Walau sudah memasang harga kompetitif, Sprint masih harus meningkatkan kualitas jaringan mengingat layanan 4G miliknya masih menjadi yang paling lambat dibandingkan operator rival. Bahkan menurut laporan Consumer Reports tahun lalu, jaringan Sprint adalah yang paling buruk di Amerika.

Kompetisi dengan T-Mobile
Terlepas dari berbagai kekurangan yang dimilikinya, strategi bisnis Sprint setidaknya mampu memberikan tekanan kepada perusahaan sejawat untuk meningkatkan kualitas servis masing-masing. Secara spesifik, penawaran paket data terbaru bisa memicu perang harga dengan kompetitor utama yaitu T-Mobile, yang belakangan ini giat menyerang Sprint baik di dalam maupun luar sisi bisnis.

Pada awal bulan Agustus, CEO T-Mobile bahkan sempat mengejek Sprint melalui kicauan Twitter. John Legere menyerukan supaya konsumen berpindah haluan dari Sprint ke T-Mobile pasca kegagalan proses akuisisi antara kedua perusahaan itu.

Seperti diketahui, rencana Sprint untuk membeli T-Mobile gugur karena kendala perizinan. Pihak T-Mobile kemudian memanfaatkan kegagalan akuisisi sebagai momen untuk merebut hati konsumen pesaingnya itu. Via akun Twitter-nya, CEO T-Mobile menyarankan konsumen Sprint untuk beralih ke T-Mobile karena perusahaan tersebut akan segera hancur. Tidak hanya itu, John Legere juga menegaskan bahwa kegagalan akuisisi adalah wujud ketidakbecusan Sprint dalam mengelola strategi bisnisnya. "Lengkap sudah alasan bagi anda untuk meninggalkan Sprint dan beralih ke T-Mobile. Keadaan di Sprint sudah hancur total!," demikian isi tweet Legere tanggal 7 Agustus yang disertai tagar #sprintlikehell.

T-Mobile adalah perusahaan operator ponsel yang paling berani dalam menabuh genderang perang dengan kompetitornya. Selain melalui komentar sang CEO, perusahaan ini juga kerap melakukan strategi pemasaran 'nyeleneh' guna menarik pengguna di Amerika. Di bulan Januari, mereka berani membayar $650 (Rp7.9 juta) kepada pelanggan yang terikat kontrak pasca bayar dengan operator lain agar mau beralih menggunakan layanannya. Konsumen yang bersedia 'membelot' dari provider lain seperti AT&T, Verizon atau Sprint akan mendapat kompensasi maksimal dengan rincian sebesar $350 per line dan $300 per nomor ponsel. Cara untuk mendapatkan fasilitas ini sangat mudah, pengguna ponsel tinggal melakukan tukar tambah ponselnya ke gerai T-Mobile untuk mendapatkan ponsel anyar dan nomor baru.

Kemudian di awal bulan April, T-Mobile melakukan cuci gudang produk Blackberry-nya dengan memberikan voucher kepada konsumen Blackberry seri lama. Operator asal Amerika ini memberikan potongan harga $100 atau Rp1.1 juta kepada konsumen pengguna Blackberry lawas yang ingin menukarkan smartphone-nya dengan ponsel yang lebih baru. Voucher ini bisa digunakan untuk membeli berbagai merk ponsel termasuk Blackberry Q10 dan Z10 yang masih ada dalam stok T-Mobile.

Masih di bulan yang sama, T-Mobile membuat gebrakan dengan menjual iPad generasi 4 dengan harga lebih murah, nyaris sama dengan iPad versi wi-fi. Padahal biasanya harga iPad yang kompatibel dengan layanan data seluler dipatok lebih mahal ketimbang unit yang hanya bisa dipakai dalam jaringan wi-fi. T-Mobile menjual iPad 4G LTE seharga $498.96 (sekitar Rp5.7 juta) atau hanya terpaut beberapa sen dari harga tablet Apple versi wi-fi dengan kapasitas memori yang sama (16gb). Harga tersebut lebih murah $130 dibandingkan harga jual iPad 4G di gerai operator lain dan diskonnya juga berlaku untuk model lainnya termasuk iPad mini dan iPad retina display. Paket bundling termurah yang ditawarkan adalah senilai $398.88. Entah apa lagi strategi yang akan dilakukan untuk menjaring pengguna baru. Satu hal yang pasti, cara-cara berani ala T-Mobile terbukti sukses menarik perhatian konsumen sepanjang tahun 2013 lalu.

[Harga saham Sprint (NYSE:S) ditutup pada posisi $5.56 atau menguat 1.09% pada sesi perdagangan hari Kamis (21/08). Sementara saham T-Mobile (NYSE:TMUS) ditutup pada level $29.43 atau menguat 0.93%.]

 

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar