Senin, 24 Juli 2017

cfd  CFD

Virgin America Pastikan Kisaran Harga Saham untuk IPO

Selasa, 4 November 2014 12:08 WIB
Dibaca 514

Monexnews - Maskapai Virgin America kemarin mengumumkan kisaran harga saham pembukaan untuk Initial Public Offering (IPO)-nya. Saham perusahaan milik miliarder Richard Branson ini akan dijual pada kisaran harga $21-24 untuk 13,3 juta unit saham.

Penjelasan detil IPO dilakukan berbarengan setelah pihak direksi Virgin America mengumumkan kenaikan laba kuartal III sebanyak 24%. Kinerja apik perusahaan sangat dipengaruhi oleh perbaikan daya beli konsumen sehingga volume penumpang bertambah terus meski harga tiket juga tidak bisa dibilang murah. Di kuartal III, Virgin sukses mencetak laba $41,6 juta atau lebih tinggi dibandingkan perolehan keuntungan periode yang sama tahun lalu, $33,5 juta. Sementara pemasukan usaha naik 4,7% menjadi $405,5 juta.

Seperti dilaporkan sebelumnya, biliuner Richard Branson memang sedang giat melancarkan operasi bisnis melalui beberapa perusahaannya. Pria bergelar 'Sir' ini akhirnya selangkah lagi bisa 'mendaratkan' maskapai penerbangannya yang baru genap berusia satu dasawarsa ke lantai bursa New York.

Kebijakan IPO diambil setelah perseroan sukses mencatat keuntungan pertamanya sejak mengudara satu dekade silam. Pada 2013 lalu, maskapai spesialis jalur domestik ini mampu mencetak penghasilan kotor $1.3 miliar. Richard Branson ingin meraup modal baru guna menambah armadanya dari 53 unit menjadi 100 unit dalam sepuluh tahun ke depan. Tidak hanya itu, Virgin dikabarkan juga ingin mengisi slot maskapai yang kosong di bandara LaGuardia, New York dan membidik jatah slot di Reagan National Airport, Washington.

Struktur kepemilikan di Virgin America memang terbilang kompleks. Richard Branson memegang 49% saham, namun ia hanya memiliki kekuatan suara 25% sesuai dengan peraturan tentang kepemilikan saham perusahaan Amerika Serikat oleh investor asing. Dengan masuk ke bursa, Branson dan kolega bisnisnya, Cyrus Capital, akan leluasa menjual sahamnya masing-masing termasuk komponen hutang Virgin, yang nantinya bisa dikonversi menjadi saham pasca IPO. Manajemen Virgin sekarang dikomandoi oleh CEO David Cush dan Chairman Don Carty, yang juga pernah menjabat sebagai pimpinan di induk usaha American Airlines, AMR Group.

Virgin America sempat mengalami kerugian akumulatif sekitar $675 juta sejak pertama kali beroperasi dan baru menuai laba bersih di tahun 2013. Kemudian pada kuartal III tahun lalu, perusahaan mampu mengeruk keuntungan bersih sebesar $33.5 juta. Branson sepertinya ingin memanfaatkan momentum kenaikan harga saham maskapai-maskapai Amerika di lantai bursa untuk mendapat respon bagus dari pelaku pasar. Adapun perusahaan sektor penerbangan yang terakhir kali melantai di New York yaitu Spirit Airlines, dengan raupan modal mencapai $190 juta pada Mei 2011.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar