Rabu, 13 Desember 2017

cfd  CFD

Wacana IPO Virgin Money Kembali Mengemuka

Jumat, 12 September 2014 14:31 WIB
Dibaca 865

Monexnews - Wacana penerbitan saham perdana (IPO) bank asal Inggris, Virgin Money, semakin mendekati kenyataan. Sebagai langkah awal, perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki oleh miliuner Richard Branson ini menunjuk nahkoda baru untuk bertugas tahun depan.

Virgin Money menunjuk Glen Moreno sebagai chairman mulai tahun 2015. Pria yang sekarang masih menjabat sebagai bos di perusahaan Pearson ini juga akan menduduki kursi direktur non-eksekutif di Virgin. Penunjukannya sendiri diklaim oleh media sebagai langkah awal perusahaan perbankan itu untuk terjun ke lantai bursa.

Seperti diketahui, Virgin Money sukses meraup laba kotor 59.7 juta Poundsterling di semester perdana 2014. Jumlah itu lebih besar dibandingkan dari capaian profit satu tahun sebelumnya yakni di angka 13.1 juta Poundsterling. Adapun total pemasukan usaha naik 28.3% menjadi 210 juta Poundsterling. Dengan berkaca pada kinerja bisnis yang mulai mapan, pihak direksi sejak lama sudah melempar wacana penjualan saham ke publik. Sayangnya sampai sekarang kepastian IPO belum dikonfirmasi oleh Virgin dan juga salah satu pemiliknya, Sir Richard Branson.

Miliuner eksentrik Richard Branson adalah figur penting yang berada di balik kemajuan Virgin Money. Ia mengambil alih Northern Rock Bank di akhir tahun 2012 kemudian mengubah namanya menjadi Virgin Bank, sebelum mengubahnya lagi menjadi Virgin Money. Bank asal Britania ini adalah perusahaan pesakitan yang harus menggantungkan diri pada bailout 1.4 miliar Poundsterling dari pemerintah Inggris pada tahun 2008 silam, sebelum akhirnya diakuisisi oleh sang miliuner. Sir Branson membeli Northern Rock, dengan nilai transaksi 1 miliar Poundsterling atau setara $1.6 miliar, di mana 747 juta Poundsterling dibayar secara tunai. Sejak krisis finansial melanda tahun 2007, kinerja bank ini memiliki neraca keuangan kurang sehat meski memiliki basis nasabah luas di wilayah Inggris dan sekitarnya.Namun setelah kedatangan Branson, nasib salah satu lembaga perbankan tertua Inggris berbalik 180 derajat. Virgin Money ditargetkan menjadi simbol revolusi perbankan dengan perluasan nasabah mencakup berbagai segmen. Branson bahkan sempat sesumbar jumlah nasabahnya bisa naik dua kali lipat dalam lima tahun mendatang.

Kabar rencana IPO Virgin mengemuka karena dalam perjanjian akusisi Northern Rock dua tahun lalu, pemerintah masih memiliki hak imbal hasil atas bailout terdahulu. Klausul itu menyebut jika Virgin sukses menggelar IPO antara tahun 2014 dan 2016, maka pemerintah berhak menerima return 50 juta Poundsterling. Namun apabila perseroan mampu melaksanakan penawaran saham perdana tahun ini maka pemerintah berhak mendapat laba 80 juta Poundsterling. Faktor tersebutlah yang diprediksi akan mendorong Richard Branson dan koleganya untuk menggelar IPO sesegera mungkin.

Branson, miliuner berusia 62 tahun menargetkan 4 juta nasabah baru dalam 5 tahun operasional sejak akuisisi. Jika terwujud, maka jumlah nasabah Virgin dalam setengah dekade mendatang adalah 8 juta orang atau setara dengan jumlah nasabah Nationwide, bank terbesar di Inggris. "Kami selalu masuk ke pasar yang juga bisa menguntungkan konsumen," ujarnya saat meresmikan kantor pertama Virgin di tahun 2012. Reputasi Branson memang patut diwaspadai oleh para rivalnya karena Ia memiliki pengalaman 40 tahun dalam mengembangkan sayap bisnis. Mulai dari usaha rekaman musik sampai industri penerbangan, Virgin adalah rajanya.

Pembelian Northern Rock sendiri sangat menguntungkan Branson karena bank ini sudah memiliki sistem, sumber daya dan basis nasabah luas. Pada penandatangan kesepakatan November tahun 2012, Branson menjanjikan 'suatu bank baru yang bisa dibanggakan publik'.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar