Jumat, 24 Maret 2017

cfd  CFD

Walmart PHK Karyawan di Kantor Perwakilan China

Selasa, 2 Desember 2014 10:30 WIB
Dibaca 1314

Monexnews - Perusahaan ritel terbesar dunia, Walmart, berencana mem-PHK 250 karyawannya yang bekerja di kantor perwakilan China. Pengurangan karyawan di negeri Tiongkok merupakan bagian dari restrukturisasi bisnis, penghematan biaya dan optimalisasi penjualan di negara dengan populasi terbesar dunia itu.

Walmart menutup kantornya yang berlokasi di kota Dalian dan melakukan konsolidasi operasional. Perusahaan akan merumahkan 250 orang yang menduduki posisi menengah ke bawah dalam susunan manajemen. Meski demikian, kebijakan itu diyakini tidak akan menimbulkan gejolak di Walmart China karena jumlah karyawan yang di-PHK hanya setara 0,2% dari total pekerja di China.

Walmart sendiri memiliki 400 toko di Tiongkok, dan tengah bersiap membuka 9 toko baru serta 1 gudang distribusi dalam skala besar di akhir tahun ini. Perusahaan juga berencana menanamkan modal 600 juta Yuan ($97,5 juta) untuk membangun mall pertamanya di dunia pada tahun 2016 di kota Zhuhai. Pembangunan mall adalah inovasi baru yang dilakukan oleh Walmart, dan menjadi proyek uji coba di sektor bisnis pengembangan properti. Apabila berhasil, pihak direksi akan membangun 3 sampai 5 mal baru di China dalam beberapa tahun ke depan.

Pada kuartal III lalu, Walmart mengalami penurunan angka penjualan di wilayah China. Manajemen mengklaim penurunan itu dipengaruhi oleh iklim inflasi yang melanda China dan efek dari pengetatan anggaran belanja pemerintahnya. Menurut pihak Walmart, penghematan belanja pemerintah di beberapa BUMN telah menurunkan kepercayaan konsumen terhadap perekonomian. Warga menjadi lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya karena takut kondisi ekonomi memburuk sewaktu-waktu.

Angka penjualan ritel di China memang menurun dalam setahun terakhir. Penjualan hanya tumbuh 12% di 10 bulan pertama 2014, atau lebih rendah dibandingkan pertumbuhan angka penjualan selama periode yang sama tahun lalu, yakni sebesar 13%. Walmart bahkan sempat menutup 25 tokonya karena dianggap gagal meraup keuntungan dan mengalihkan modal ke bisnis lainnya.

China merupakan pasar potensial bagi Walmart. Sampai dengan penghujung tahun 2014, perusahaan ini menduduki posisi 3 di pasar ritel Tiongkok di bawah Sun Art Retail Group dan China Resources.

[Harga saham Walmart (NYSE:WMT) ditutup pada posisi $86.22 atau melemah 1,51% pada sesi perdagangan hari Senin (02/12).]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar