Senin, 27 Maret 2017

cfd  CFD

Warga Korea Kecam Insiden antara Samsung dan LG

Rabu, 31 Desember 2014 14:45 WIB
Dibaca 722

Monexnews - Perseteruan antara dua perusahaan elektronik raksasa menuai kecaman dari warga Korea Selatan. Konsumen menilai bahwa skandal 'mesin cuci' yang diberitakan oleh media dalam beberapa pekan terakhir adalah 'kekanak-kanakan'.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus memalukan terjadi antara dua perusahaan elektronik terbesar Korea Selatan, Samsung Electronics dan LG Electronics. Samsung menuduh pihak LG telah merusak beberapa mesin cuci yang mereka jual di toko-toko ritel yang berlokasi di Jerman. Tujuannya diduga untuk memperburuk reputasi Samsung, terutama di industri alat-alat rumah tangga, jelang pameran akbar yang digelar di negara itu. Di lain pihak, LG justru mengklaim Samsung ingin merusak citra mereka di mata konsumen.

Warga Korea menilai perang antara dua perusahaan kebanggaan negeri ginseng itu sesungguhnya tidak perlu. Dalam berbagai kolom komentar di media, kebanyakan pembaca menganggap kasus 'mesin cuci' tidak perlu dibawa ke pengadilan. Pengamat marketing juga mengungkapkan opini serupa. "Kedua perusahaan tidak mendapat keuntungan apapun dari skandal ini. Samsung dan LG justru membuat masyarakat bingung," kata Park Ju-gun, CEO Score, lembaga pemerhati bisnis Korea Selatan. Park juga mengkritik budaya pebisnis Korea yang selalu ingin menjatuhkan musuhnya. "Insiden ini memperlihatkan bahwa mental perusahaan Korea bukanlah ingin menjadi yang terdepan, tetapi ingin saling menjatuhkan," timpalnya. Padahal di saat yang sama, dominasi keduanya di industri elektronik sedang terancam oleh kedatangan merk-merk asal China.

Samsung memutuskan untuk membawa kasus pengrusakan mesin cuci ke pengadilan. Pada hari Jumat lalu, tim penuntut umum menggeruduk kantor pusat LG untuk mencari bukti-bukti dokumen, khususnya yang terkait dengan perintah pengrusakan. Tindakan aparat dilatarbelakangi permintaan Samsung yang diajukan kepada Kantor Jaksa Penuntut Kota Seoul. Konglomerasi bisnis terbesar Korea ini mengklaim ada karyawan LG yang sengaja merusak beberapa mesin cuci mahal yang dipajang di dua toko di kota Berlin pada saat IFA Show September lalu.

Tim penuntut dilaporkan menyelidiki Kepala divisi produk rumah tangga LG dan mencari dokumen serta hard disk yang terkait dengan penyelenggaraan IFA. Mereka bahkan menyisir pabrik LG yang berlokasi di kota Changwon untuk mencari informasi tambahan. Baik pihak penuntut dan perusahaan belum mau berkomentar tentang pemberitaan media.

Satu hal yang pasti, Samsung sudah mengajukan tuntutan hukum kepada beberapa karyawan LG setelah insiden mesin cuci rusak di Jerman. Di lain pihak, LG justru mengancam akan menggugat balik karena merasa jadi korban asal tuduh. Kepala Divisi Produk Rumah Tangga LG, Jo Seong-jin dicekal ke luar negeri jelang Consumer electronics Show tanggal 6-9 Januari 2015.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar