Jumat, 20 Oktober 2017

commodity  Commodity

Aktivitas Manufaktur New York Bebani Minyak

Senin, 17 Maret 2014 20:17 WIB
Dibaca 794

Monexnews - Setelah menguat dalam dua sesi beruntun, minyak mentah kembali merosot, dipicu oleh lemahnya data aktivitas manufaktur di kawasa New York, menunjukkan kemungkinan akan melambatnya permintaan minyak dari konsumen minyak terbesar di dunia.

Pekan lalu minyak mentah merosot tajam akibat akibat lemahnya data ekonomi China, konsumen minyak terbesar kedua, dalam sepekan terakhir. Selain itu persediaan minyak mentah AS naik 6,2 juta barel pada pekan yang berakhir 7 Maret, dan mtelah naik dalam delapan pekan terakhir menjadi 370 juta barel, level tertinggi sejak 13 Desember 2013. Minyak sempat pulih setelah Energy Information Administration menaikan estimasi konsumsi minyak global sebanyak 95.000 barel per hari (bpd) untuk tahun 2014 akibat kuatnya pertumbuhan ekonomi. 

Lemahnya data aktivitas manufaktur kawasan New York kembali menghantui harga minyak mentah. Federal Reserve Bank of New York mengatakan indeks aktivitas manufaktur kawasan New York pada bulan Maret naik menjadi 5,6 dari bulan Februari sebesar 4,5, namun angka pada bulan Maret tersebut masih dibawah ekpetasi kenaikan menjadi 6,6. Sementara itu gejolak yang terjadi di Ukraina  setelah Crimea memutuskan untuk keluar dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia diperkirakan tidak akan mengganggu pasokan minyak dunia.

Minyak mentah WTI saat ini diperdagangkan pada kisaran $98,46 per barel, setelah sempat menyentuh level tertinggi harian $99,32 dan terendah $98,10. (pap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar