Selasa, 12 Desember 2017

commodity  Commodity

Alpa Melakukan Lindung Nilai, Produsen Shale Oil Kena Dampak Penurunan Harga Minyak

Selasa, 13 Juni 2017 19:23 WIB
Dibaca 1389

Monexnews -Banyak produsen shale oil AS yang kekurangan dana mengurangi program hedging mereka di kuartal pertama sehingga membuat mereka lebih rentan terhadap penurunan harga pasar spot setelah OPEC mencapai kesepakatan penting untuk mengurangi pasokan global.

Turunnya lindung nilai didorong oleh kenaikan biaya layanan dan ekspektasi bahwa harga akan terus rally setelah Organisasi Minyak Bumi Negara-negara Pengekspor memperpanjang penurunan tersebut di bulan Mei, kata analis.

Namun, meningkatnya produksi A.S. telah menghambat upaya OPEC untuk menyeimbangkan pasar. Harga kontrak berjangka minyak mentah LCOc1 telah kehilangan 15 persen dari nilai mereka sejak Februari, meningkatkan risiko bahwa perusahaan yang tidak melakukan lindung nilai lebih terkena dampak pelemahan pasar.

Harga minyak memuncak pada $ 55 per barel pada Januari karena pemotongan mulai berjalan, namun kemudian sulit bertahan sejak itu, dan ditutup pada Senin di $ 48,29 per barel, hampir tidak berubah dari akhir November, ketika OPEC dan non OPEC sepakat  untuk memangkas pasokan 1,8 juta barel per hari.

Bagi pedagang minyak, data lindung nilai berfungsi sebagai indikator utama persediaan masa depan. With so little hedged, dealers say producers are now looking to hedge at the next chance possible, a move that will pressure prices in coming months. 

Dengan begitu sedikit yang melakukan lindung nilai, dealer mengatakan produsen sekarang mencari untuk lindung nilai di tahap berikutnya, sebuah langkah yang akan menekan harga dalam beberapa bulan mendatang.

Produsen melakukan lindung nilai dengan membeli berbagai produk option untuk mengamankan  harga minimum minyak mentah dan pengamanan produksi di masa depan.

Menurut analisis Reuters mengenai pengungkapan lindung nilai oleh 30 perusahaan terbesar shale oil A.S, sebagian besar tidak melakukan lindung nilai dalam tiga bulan pertama tahun 2017, sebuah kondisi yang kontras dari tahun lalu ketika perusahaan bergegas untuk mengunci harga, meskipun minyak diperdagangkan $ 15 per barel lebih rendah.

Dari data Reuters, secara total, 18 perusahaan mengurangi opsi minyak yang beredar, melakukan swap atau posisi derivatif lainnya sebanyak 49 juta barel dari kuartal keempat 2016 ke kuartal pertama 2017. Sebanyak 10 perusahaan lainnya meningkatkan posisi hedging mereka sebesar 91 juta barel; Dua lainnya tidak melakukan lindung nilai sama sekali.

Dibandingkan dengan tahun lalu, kelompok ini lebih terdampak penurunan harga minyak, dengan seperlima barel lebih sedikit dilindung nilai, atau setara dengan 28 juta barel.

 (Irdy)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar