Sabtu, 25 Maret 2017

commodity  Commodity

Barat & Rusia Coba Kompromi Atas Situasi Ukraina

Rabu, 26 Maret 2014 8:05 WIB
Dibaca 727

Monexnews - Negara Barat dan Rusia coba menyusun kompromi atas situasi di Ukraina setelah Presiden Obama sepakati tidak akan memberikan sanksi ekonomi kecuali Moscow bertindak lebih jauh melebihi pengambil-alihan Crimea. Presiden AS menggambarkan Rusia sebagai "regional power" dan bukannya ancaman nasional bagi AS. Obama mengatakan tentara Rusia tidak akan dipindahkan secara militer dari Crimea namun tegaskan masalah Crimea belumlah usai. Obama menyerukan Rusia agar tidak mengintimidasi Ukraina  seraya utarakan Ukraina tentunya akan memilih untuk memiliki hubungan baik dengan Uni Eropa dan juga Rusia.

Meski negara Barat telah mem-boycott pertemuan G8 di Sochi namun Kremlin utarakan akan tetap berhubungan dengan mitra G8 lainnya. Moskow juga memberikan sinyal yang positif. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Deshchytsia. Dalam pertemuan tersebut, Ukraina memprotes sikap Rusia yang mengambil alih Crimea. Namun, Rusia menegaskan tidak berniat untuk menggunakan kekuatan militer di wilayah timur dan selatan Ukraina. Kedua belah pihak juga sepakat untuk tidak memperburuk situasi di Crimea. Moskow juga mengizinkan pengawas dari Eropa untuk mulai bekerja di Ukraina namun tidak di Crimea.  (fr)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar