Senin, 24 Juli 2017

commodity  Commodity

Bernanke (juga) Tentukan Arah Harga Minyak

Senin, 20 Mei 2013 11:34 WIB
Dibaca 604

Monexnews - Ben S. Bernanke dijadwalkan untuk berpidato di hadapan kongres hari Rabu besok (22/05). Bukan hanya pelaku pasar saham dan uang yang akan mencermati komentarnya, namun investor komoditi juga memiliki kepentingan terhadap apa yang diucapkan sang kepala bank sentral.

Menurut survei CNBC Weekly, sikap Ben S. Bernanke sangat menentukan arah pergerakan harga minyak mentah. Sebanyak 9 dari 13 responden atau 69% memperkirakan minyak akan melemah pekan ini, sementara dua narasumber memprediksi penguatan dan dua sisanya netral. Berkaca pada kekuatannya sekarang, banyak pihak menilai kinerja nilai tukar Dollar tidak akan berubah terlepas dari pelonggaran moneter yang dilakukan pemerintah. Stimulus pemerintah terbukti tidak cukup kuat menggerus kurs Dollar sehingga harga komoditi tidak kunjung kebagian momentum untuk naik.

Secara fundamental, minyak juga tidak didukung oleh komponen-komponen utama penggerak harga. Suplai global cenderung berlimpah sementara konsumsi internasional masih saja minim. "Penguatan saham dan inflasi harga produsen memang memberi harapan akan kenaikan harga (minyak). Namun jika berkaca pada data ekonomi dan persediaan global, komoditi ini akan kesulitan bertahan di atas $90," ujar Tom Weber, Penasihat Komoditi Senior di Portfolio Managers Inc.

Pekan lalu, minyak relatif kuat meskipun ditransaksikan di tengah penguatan Dollar dan naik untuk hari ke-3 berturut-turut Jumat kemarin. Akan tetapi manuvernya itu tertolong oleh positifnya rilis data ekonomi Amerika, yang memicu optimisme konsumsi di salah satu konsumen minyak terbesar sejagad itu. Sayangnya pekan ini kondisi akan jauh berbeda karena Ben S. Bernanke diprediksi mengeluarkan sinyal terhentinya stimulus moneter lebih cepat dibanding perkiraan. Artinya, Dollar yang sudah kuat akan semakin kuat dan menggerus daya beli investor komoditi berdenominasi USD. Pun jika Bernanke masih ingin mempertahankan stimulus, minyak juga masih harus melawan performa Dollar yang sudah terlanjur apik.

Pasar komoditi memang tidak se-cemerlang tahun lalu karena dinamika sentimen ekonomi negara-negara maju. Emas sudah kehilangan 19% sepanjang 2013 dan minyak cukup beruntung jika mampu stabil di atas $90 per barel untuk jangka menengah. Kontrak minyak Amerika saat ini terpantau di level $96.01 per barel.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar