Minggu, 17 Desember 2017

commodity  Commodity

Brent Menguat Setelah Kematian Raja Saudi, WTI Anjlok

Sabtu, 24 Januari 2015 3:55 WIB
Dibaca 1312

Monexnews - Minyak brent menguat pada hari Jumat pada ketidakpastian atas output minyak Saudi setelah kematian Raja Abdullah, sementara itu harga minyak mentah AS turun, dengan para trader mengutip meningkatnya cadangan di hub Cushing, Oklahoma dan penutupan sebagian kilang Indiana.

Salman, saudara mendiang raja terakhir dan penerus takhta, diperkirakan akan melanjutkan kebijakan yang mempertahankan output minyak yang stabil untuk melindungi pangsa pasar. Namun, transisi ini seharusnya akan menjadi bullish untuk Brent, kata Bob Yawger dari Mizuho Securities USA.

Dia mengatakan bahwa setiap ada ketidakpastian di pasar, anda kemungkinan akan melihat kenaikan harga.

Minyak brent naik sebesar 24 sen untuk diperdagangkan di $49 per barel. Brent naik ke level tertinggi di $49.80 setelah adanya laporan meninggalnya raja Saudi. Sementara itu minyak AS berakhir turun 1.6%, di level $45.59 per barel, itu adalah level settlement terendah sejak Maret 2009.

Seorang trader mengatakan bahwa data energi yang disediakan oleh Genscape estimasikan bahwa cadangan minyak AS di Cushing, Oklahoma, naik sebesar 1.7 juta barel dalam pekan yang berakhir Selasa.

Selisih antara WTI dan brent seharusnya tetap melebar, kata Walter Simmerman, kepala analis teknikal di United-ICAP. "Ada penurunan yang besar disana," kata Zimmerman.

Laporan dari penutupan sebagian kilang minyak BP di Whiting, Indiana, juga membebani harga minyak AS lebih lanjut. Seorang narasumber yang familiar dengan opersional kilang disana mengatakan bahwa mereka tidak tahu kapan unit destilasi minyak mentah yang memproduksi 90,000 barel perhari akan kembali dimulai.

Yawger dari Mizuho mengatakan bahwa ganguan kilang akan memperburuk kesengsaraan yang disebabkan kelebihan pasokan di AS. " Cerita itu bahkan mengalahlan kematian dari raja di negara produsen minyak terbesar di dunia," tambahnya.

Minyak WTI mengurangi beberapa kerugiannya seiring National Association of Realtors mengatakan bahwa penjualan rumah di AS naik di bulan Desember, yang mungkin indikasikan pemulihan di pasar perumahan.


(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar