Jumat, 26 Mei 2017

commodity  Commodity

Buruknya Data China Seret Minyak

Senin, 10 Maret 2014 14:24 WIB
Dibaca 749

Monexnews - Minyak mentah  merosot pada perdagangan hari ini, dan mendekati level $101 per barel akibat buruknya data China memberikan kekhawatiran akan pelambatan perekonomian China yang berdampak pada menurunnya permintaan minyak mentah dari konsumen terbesar kedua di dunia tersebut.

Sentimen negatif tersebut muncul setelah sebelumnya minyak mentah mendapat sentiment postif pada hari Jumat  pasca dirilisnya data non-farm payrolls AS yang lebih tinggi dari estimasi, menimbulkan optimisme akan kembali berlanjutnya pemulihan ekonmi AS setelah sebelumnya sempat melambat akibat diterpa musim dingin yang esktrim.

China pada hari Sabtu lalu melaporkan penurunan ekspor sebesar 18,1% dan import naik 10,1% pada bulan Februari dari tahun sebelumnya, mengakibatkan defisit neraca perdagangan sebesar $23 miliar pada bulan Februari. Kemerosotan tingkat ekspor tersebut merupakan yang terbesar sejak tahun 2009, dan sekaligus mematahkan ekspetasi pasar yang di survei oleh Reuters,  ekspor diperkirakan naik 6,8%, impor tumbuh 8%, dan neraca perdagangan diperkirakan surplus $14,5 miliar.

Menurut International Energy Agency di Paris, China diperkirakan akan menyumbang sekitar 11% dari total permintaan minyak pada tahun 2014, sementara AS diperkirakan akan menyumbang sebesar 21%.  

Minyak saat ini diperdagangkan pada kisaran $101,13 per barel, menjauhi level tertinggi harian $102,76. (pap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar