Selasa, 17 Januari 2017

breaking-news PM Inggris Theresa May: Pemerintah Akan Ajukan Kesepakatan Brexit Baru Untuk Voting Parlemen

commodity Commodity

Data Cadangan AS Kembali Benamkan Harga Minyak

Kamis, 23 Oktober 2014 8:39 WIB
Dibaca 728

Monexnews - Minyak West Texas Intermediate di perdagangkan di dekat level terendah dalam lebih dari dua tahun setelah laporan pemerintah menunjukkan cadangan minyak mentah meningkat lebih dari perkiraan pada pekan lalu.

Kontrak berjangka untuk bulan Desember hanya sedikit berubah di New York, setelah tergelincir sebesar 2.4% kemarin. Cadangan minyak mentah naik 7.1 juta barel dalam pekan yang berakhir 17 Oktober, di laporkan oleh Energy Information  kemarin. Analis perkirakan untuk kenaikan 3 juta barel, berdasarkan hasil survei.

Minyak memperpanjang kejatuhannya ke pasar bear seiring para produsen yang termasuk Arab Saudi mengurangi harga untuk menstimulasi permintaan di tengah tingginya produksi minyak AS dalam hampir 30 tahun terakhir. The Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) perlu untuk mengurangi produksi minyak mentah setidaknya 5,000 barel perhari, kata Samir Kamal, gubernur OPEC Libya kemarin.

"Minyak dapatkan dorongan penurunan pada hari ini karena meningkatnya cadangan minyak mentah," kata Hong Sung ki, seorang analis komoditas di Samsung Futures Inc., di Seoul pada hari ini. "Minyak mentah telah hampir menyentuh level terendahnya namun sampai OPEC tidak memangkas produksi mereka, saya tidak melihat adanya faktor yang akan mendorong harga naik."

Minyak WTI untuk bulan Desember turun sebesar 22 sen menjadi $80.30 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange pada pukukl 08.37 wib. Kontrak kemarin tergelincir sebesar $1.97 menjadi $80.52 per barel, itu adalah level penutupan terendah sejak 28 Juni 2012.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar