Selasa, 30 Mei 2017

commodity  Commodity

Data China Dan Komentar Arab Saudi Bebani Harga Minyak

Selasa, 24 Maret 2015 14:18 WIB
Dibaca 651

Monexnews - Harga minyak melemah pada hari Selasa setelah aktivitas di sektor pabrik China turun ke level terendah dalam 11 bulan dan juga karena Arab Saudi mengatakan bahwa produksi mereka mendekati level tertinggi sepanjang masa.

Pembacaan awal dari PMI manufaktur China turun ke level 49.2 di bulan Maret, level 50 memisahkan antara pertumbuhan dalam aktivtas dari kontraksi pada tingkat bulanan, hasil dari data tersebut memicu ketakutan atas kekuatan ekonomi di China. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters menyerukan untuk pembacaan level 50.6.

Hasil laporan dari China mengikuti laporan semalam bahwa Arab Saudi, produsen terbesar OPEC, saat ini memompa sekitar 10 juta barel perhari pada minyak mentah, itu dekat level tertinggi sepanjang masa dan sekitar 350,000 di atas angka Arab Saudi yang diberikan ke OPEC untuk output bulan Februari.

Analis dari bank ANZ mengatakan bahwa pasar berada di bawah tekanan pada awal perdagangan hari ini setelah komentar dari Arab Saudi yang memproduksi hampir 10 juta barel perhari.

Ketakutan pada melambatnya pertumbuhan di dalam ekonomi China serta produksi yang tinggi telah berkontribusi terhadap surplus global dalam suplai minyak.

Konsultan energi dari FGE mengatakan bahwa kami perkirakan harga akan kembali berada di bawah tekanan oleh dibebani sekitar 2 juta barel perhari dari kelebihan suplai di Q2 tahun 2015.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar