Jumat, 28 Juli 2017

commodity  Commodity

Data China Turunkan Prospek Permintaan, Minyak Melemah

Selasa, 5 Mei 2015 5:53 WIB
Dibaca 1819

Monexnews - Menurunnya aktivitas manufaktur China membuat prospek permintaan turut menurun, membuat harga minyak mentah melemah pada awal pekan ini. China merupakan konsumen minyak terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Angka akhir indeks manufaktur China versi HSBC dirilis sebesar 48,9, menjadi level terendah sejak bulan April 2014. Angka akhir tersebut lebih rendah dari rilis awal sebesar 49,2, dan ekspektasi kenaikan menjadi 49,4. Meski demikian data aktivitas manufaktur China versi pemerintah, dan menggunakan sampel lebih besar, masih menunjukkan ekspansi sebesar 50,1. Data tersebut dirilis pada Jumat lalu.

Data terpisah yang dirilis hari Senin menunjukkan aktivitas manufaktur zona euro berekspansi di bulan April meski lebih rendah dari bulan sebelumnya. Sementara Departemen Perdagangan AS melaporkan pesanan pabrik naik 2,1% di bulan Maret. 

Minyak mentah WTI pada perdagangan Senin ditutup pada level $59,02 per barel, setelah sempat menyentuh level terendah harian $58,45, dengan level tertinggi $59,73. Sepajang bulan April kemarin, minyak rally 25% dan merupakan persentase kenaikan bulanan terbesar sejak tahun 2009. (pap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar