Sabtu, 22 Juli 2017

commodity  Commodity

Data Ekonomi Global Mempercerah Prospek Permintaan Minyak

Kamis, 1 Agustus 2013 22:25 WIB
Dibaca 453

Monexnews - Harga komoditas minyak melesat lebih dari 2% pada hari Kamis seiring beberapa data ekonomi yang solid mempercerah prospek pertumbuhan permintaan global untuk energi.

Harga ‘emas hitam’ telah beranjak lebih tinggi pada awal perdagangan hari Kamis menyusul laporan pemerintah China yang menunjukkan peningkatan aktivitas manufaktur di bulan Juli. Aktivitas pabrikan yang meningkat tentu akan memacu konsumsi bahan bakar untuk mesin industri, sehingga mendorong prospek pertumbuhan permintaan yang lebih baik dari konsumen minyak terbesar di dunia itu.

Apresiasi harga minyak semakin kuat pasca beberapa data ekonomi AS yang dirilis mampu melampaui ekspektasi. Laporan Departemen Tenaga Kerja AS memperlihatkan angka klaim awal pengangguran merosot sebanyak 19.000 ke level terendah sejak awal tahun 2008, menjadi 326.000 pada pekan lalu. Sementara indeks manufaktur AS versi Institute for Supply Management (ISM) melonjak ke level tertinggi sejak Agustus 2011 menjadi 55.4 pada bulan Juli, yang juga melampaui ekspektasi kenaikan menjadi 52.0.

"Sentimen di pasar minyak jelas terpacu oleh beberapa data ekonomi global yang solid baru-baru ini, serta fakta bahwa bank-bank sentral utama dunia tidak terburu-buru mengurangi kebijakan moneter ultra-longgar mereka," kata Fawad Razaqzada, analis teknikal pada GFT Markets .

Saat ini minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan September diperdagangkan pada kisaran $107.70 atau sekitar 2,3% di atas harga penutupan hari Rabu. (vid)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar