Selasa, 25 Juli 2017

commodity  Commodity

Data Inflasi China Bebani Performa Minyak

Selasa, 10 Februari 2015 16:35 WIB
Dibaca 541

Monexnews - Harga minyak mentah terus bergerak turun pada hari Selasa, terkoreksi dari kenaikan pada sesi sebelumnya, dalam ketidakpastian mengenai rebound harga minyak dan data inflasi China yang negatif. Pelaku pasar saat ini sedang menilai sejumlah indikator yang mix mengenai tingkat suplai minyak global. Pada hari Senin, laporan bulanan dari Organization of the Petroleum Exporting Countries dan International Energy Agency menunjukkan hasil bullish. OPEC memangkas proyeksi pertumbuhan suplai non-OPEC, sementara IEA mengatakan bahwa pemulihan harga nampaknya "tidak dapat dihindari lagi", dengan kelebihan suplai nampak akan segera mereda seiring memasuki semester kedua tahun ini. Harga minyak telah turun lebih dari 50% sejak Juni akibat kenaikan tajam pada output. meski harga minyak telah rebound hampir 20% sejak akhir Januari, namun investor masih skeptis rally minyak akan dapat bertahan.

Citi Futures mengatakan secara keseluruhan pasar nampak beasrish dan tingkat produksi minyak AS diproyeksikan akan bertumbuh sebanyak 0.7-0.9 juta barel per hari di tahun 2015, kendati penurunan pada jumlah rig minyak AS belakangan ini. Penurunan pada laju inflasi China ke level rendah 5-tahun, mengindikasikan melambatnya pertumbuhan pada negara perekonomian terbesar kedua di dunia, juga menekan harga minyak pada hari Selasa, ucap Daniel Ang analis pada Phillip Futures. Data pada hari Selasa dan Rabu diperkirakan akan menunjukkan kenaikan pada suplai minyak mingguan AS menuju rekor tinggi, sementara investor masih cemas mengenai permasalahan Yunani di zona euro.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar