Senin, 24 Juli 2017

commodity  Commodity

Data Manufaktur China Gagal Mengangkat Minyak

Senin, 2 Maret 2015 12:33 WIB
Dibaca 824

Monexnews - Perdagangan minyak mentah WTI berada di zona merah di hari Senin, kembali dibayangi kecemasan kelebihan pasokan walau sempat rebound ketika rilis data manufaktur China di bulan Februari. Minyak mentah WTI turun sekitar 1% di awal sesi hari Senin, setelah mencapai penguatan bulanan pertama sejak bulan Juni. Analis CMC Markets, yang dikutip media berita Reuters, memilih dinamika pasokan sebagai kunci pergerakan harga dalam beberapa bulan ke depan dibandingkan dinamika permintaan.

Data manufaktur China yang dirilis HSBC dan Markit Economics tidak mampu mempertahankan penguatan minyak mentah. Survei aktivitas bisnis swasta untuk sektor manufaktur di bulan Februari naik ke level tertinggi 7-bulan. Data ini menyusul berita pemotongan suku bunga oleh bank sentral China pada akhir pekan lalu yang berhasil mengangkat perdagangan saham.

Arab Saudi menaikkan produksinya menjadi 130.000 barel per hari menjadi 9,85 juta barel per hari, level tertinggi sejak bulan September 2013, berdasarkan survei Bloomberg. Angka ini meningkatkan kecemasan kelebihan suplai yang terus menekan perdagangan minyak mentah, mengingat Arab Saudi merupakan negara dengan produksi minyak mentah terbesar di antara 12 negara Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Produksi minyak mentah OPEC sendiri mencakup 40% minyak mentah dunia.

Sejauh ini, harga minyak bertahan di level $49.39, di dekat level terendah harian $49.20. (YS)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar