Rabu, 26 Juli 2017

commodity  Commodity

Depresiasi Mata Uang Negara Berkembang Beresiko Menekan Permintaan Minyak

Kamis, 12 September 2013 17:14 WIB
Dibaca 661

Monexnews - Anjloknya nilai tukar mata uang negara berkembang belakangan ini dapat menekan tingkat permintaan minyak global jika terus berlanjut, menurut International Energy Agency (IEA) pada hariKamis, seraya memperkirakan kenaikan pada suplai minyak dalam beberapa bulan ke depan. Negara berkembang berada di bawah tekanan pada tahun 2013 di tengah spekulasi berakhirnya program pembelian oblgiasi oleh Federal Reserve, dengan mata uang dari negara seperti India, Turki, Rusia, dan Brasil berada dalam tekanan yang besar. Mengingat minyak dinilai dengan dollar, depresiasi pada mata uang negara pengimpor minyak berarti kenaikan biaya untuk mengimpor minyak– dan dapat mengakibatkan berkurangnya tingkat permintaan.

 "Depresiasi tajam pada kebanyakan mata uang negara berkembang sejak kuartal pertama tahun 2013, jika terus terjadi, mungkin akan berdampak pada tingkat permintaan minyak," ucap IEA yang berbasis di Paris pada laporan pasar minyak bulan September. "Mengingat depresiasi mata uang belakangan ini terjadi pada saat harga minyak dalam dollar yang sudah tinggi, Berlanjutnya depresiasi mata uang mungkin akan diartikan menjadi penurunan pada tingkat konsumsi minyak." IEA, yang mana mewakilkan negara anggota, mengatakan depresiasi mata uang terhadap dollar akan membuat pemerintah negara berkembang lebih sulit untuk melindungi konsumen terhadap volatilitas harga melalui subsidi harga minyak domestik.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar