Senin, 27 Maret 2017

commodity  Commodity

Ekspor Libya Bebani Harga Minyak

Senin, 5 Agustus 2013 22:17 WIB
Dibaca 464

Monexnews - Harga minyak mentah kembali berada di bawah tekanan jual pada awal pekan ini menyusul munculnya berita tentang pengoperasian kembali terminal ekspor minyak Libya, yang meredam dampak positif dari data ekonomi China dan Eropa yang lebih baik dari ekspektasi.

Saat ini minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan September diperdagangkan pada kisaran $106.70 atau sekitar 0,3% di bawah harga penutupan hari Jumat.

Berita dari Libya telah mencuri perhatian pelaku pasar minyak pada hari Senin. Negara anggota OPEC yang memiliki kapasitas produksi 1,5 juta barrel per hari itu dikabarkan telah membuka kembali pelabuhan Marsa el Braga dan menjalankan aktivitas ekspor minyak mentah setelah sempat dihentikan sejak bulan Juli lalu akibat aksi protes. Kabar tersebut mampu meredam data ekonomi positif yang biasanya mendorong prospek permintaan minyak.

Sebelumnya harga minyak mentah sempat merangsek naik ke kisaran $107.66 setelah China melaporkan pertumbuhan aktivitas sektor jasa yang melampaui ekspektasi pada bulan Juli. Posisi sebagai konsumen minyak mentah terbesar ke-2 di dunia membuat setiap tanda-tanda perbaikan ekonomi China mendorong prospek pertumbuhan permintaan. Serangkaian data PMI sektor jasa dari zona Euro yang lebih baik dari perkiraan juga sempat memberikan dukungan tambahan bagi harga minyak. (vid)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar