Kamis, 30 Maret 2017

commodity  Commodity

Faktor China dan Persediaan Bebani Minyak

Selasa, 1 April 2014 20:10 WIB
Dibaca 564

Monexnews - Minyak diperdagangkan melemah dua hari beruntun akibat kekhawatiran akan melambatnya perekonomian China dan kemungkinan melonjaknya persediaan minyak mentah.

Indeks aktivitas manufaktur China pada bulan Maret yang dirilis HSBC kembali merosot ke angka 48,0 lebih rendah dari estimasi awal dan perkiraan analis sebesar 48,5. Angka tersebut merupakan level terendah sejak bulan Juli 2013.

Sementara data terpisah dirilis oleh pemerintah China menunjukkan aktivitas manufaktur pada bulan Maret sebesar 50,3, naik tipis dari bulan sebelumnya sebesar 50,2. Namun beberapa analis mengatakan data tersebut tidak cukup untuk mengurangi kekhawatiran akan melambatnya perekomian China yang dapat menurunkan permintaan minyak dari konsumen terbesar kedua di dunia tersebut.

Selain itu persediaan minyak AS yang diperkirakan akan naik dalam 11 pekan beruntun juga membebani pergerakan minyak. Kemungkinan lonjakan persediaan minyak ,juga datang dari Libya, dimana pemberontak yang memblokir pelabuhan pengangkut minyak dikabarkan akan mencapai kesepakatan dengan pemerintah di Tripoli untuk membuka kembali pelabuhan.

Minyak mentah WTI saat ini diperdagangkan pada kisaran $101,20 per barel, dengan level tertinggi harian $101,52 dan terendah $100,99. (pap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar