Jumat, 28 Juli 2017

commodity  Commodity

Faktor China & Ukraina Membayangi Sentimen Pasar Minyak

Senin, 1 September 2014 23:37 WIB
Dibaca 525

Monexnews - Minyak mentah diperdagangkan dalam range sempit pada hari Senin, seiring pelaku pasar mempertimbangkan perkembangan terbaru di Ukraina dan data manufaktur China yang lemah. 

Di tengah laporan mengenai serangan lebih lanjut tentara Rusia ke wilayah Ukraina selama akhir pekan, Uni Eropa dikabarkan tengah mempertimbangkan penambahan sanksi terhadap Moscow terkecuali mereka menghentikan upaya mengintervensi wilayah Ukraina.

"Rusia masih menjadi wild card di pasar minyak. Namun ekspor minyak dari negara itu masih terlalu penting untuk menjadi sasaran sanksi, sehingga kecil kemungkinan output akan terganggu," kata Tom Pugh, ekonom komoditas pada Capital Economics.

Sebelumnya, data yang dirilis Senin pagi menunjukkan Purchasing Manager Index sektor manufaktur China merosot ke 51,1 pada bulan Agustus dari 51,7 pada bulan Juli. Angka tersebut mengindikasikan perlambatan lebih lanjut perekonomian terbesar ke-2 di dunia, yang bearish bagi prospek permintaan minyak mentah global.

Saat ini minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan Oktober diperdagangkan pada kisaran $95.85 atau sekitar 0,15% di bawah harga penutupan hari Jumat. (vid)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar