Kamis, 19 Januari 2017

breaking-news Klaim pengangguran AS turun menjadi 234K di pekan lalu vs 249K, estimasi pada 252K

commodity Commodity

Faktor Suplai Kokohkan Minyak di Atas $106

Kamis, 11 Juli 2013 10:42 WIB
Dibaca 445

Monexnews - Harga minyak mentah meroket ke atas $106 per barel pada sesi perdagangan hari Rabu (10/07). 'Emas hitam' menjangkau level terbaik dalam lebih dari satu tahun terakhir karena dipengaruhi oleh beberapa faktor fundamental.

Lonjakan harga minyak pertama kali terjadi hari Rabu pagi setelah American Petroleum Institute (API) mengumumkan bahwa jumlah persediaan minyak Amerika Serikat turun 9 juta barel. Fakta serupa terungkap kurang dari satu hari kemudian saat Energy Information Administration (EIA) menyatakan hal serupa. Suplai dalam negeri terbaru jauh di bawah estimasi analis dan pengamat komoditi sehingga harga langsung naik $3 per barel.

Sejak akhir bulan Juni 2013 hingga sekarang, harga minyak sudah menguat sebanyak 10% di tengah isu politik Afrika dan Timur Tengah. Kudeta di Mesir membuat pelaku pasar khawatir dengan prospek arus distribusi crude oil mengingat jalur kanal Suez merupakan rute utama pengiriman minyak dunia. Dinamika yang terjadi di 'negeri Sphinx' rentan mengganggu stabilitas distribusi lintas benua.

Kembali ke Amerika, pihak konsumen sudah benar-benar merasakan beratnya pengeluaran yang harus ditanggung sejak harga mengalami kenaikan beberapa pekan terakhir. Harga rata-rata bahan bakar di Amerika naik 2 sen per galon menjadi $3.50 pekan ini dan berpotensi meningkat lagi karena mekanisme harga di negeri adidaya bergantung pada dinamika harga internasional.

*Kontrak berjangka minyak mentah saat ini terpantau pada level $106.45 per barel.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar