Jumat, 26 Mei 2017

commodity  Commodity

Fluktuatif di Awal 2015, Minyak Lanjutkan Pelemahan

Sabtu, 3 Januari 2015 6:40 WIB
Dibaca 790

Monexnews - Awal perdagangan 2015 berakhir sama dengan akhir 2014 bagi minyak mentah, melanjutkan pelemahan akibat penguatan dollar dan melimpahnya pasokan global. Lonjakan persediaan minyak di Irak dan Rusia memberi sinyal belum akan terjadi penurunan persediaan di awal 2015.

HSBC pada hari Rabu melaporkan indeks aktivitas manufaktur final China turun menjadi 49,6 dari 50 di bulan November, sementara laporan dari Pemerintah China menunjukkan aktivitas manufaktur melambat menjadi 50,1 dari sebelumnya 50,3. Data tersebut memberikan kekhawatiran akan penurunan permintaan minyak dari konsumen terbesar kedua di dunia. Sementara konsumen minyak terbesar di dunia, Amerika Serikat, melaporkan indeks aktivitas manufaktur turun ke level terendah enam bulan 55,5, dari 58,7 di bulan November.

Output minyak Rusia naik 0,3% di bulan Desember mencapai rekor tertinggi pasca pecahnya Soviet, 10,667 juta barel per hari. Sementara Irak mengekspor 2,94 juta barel perhari di bulan Desember, menjadi yang tertinggi sejak tahun 80an. 

Minyak pada perdagangan Jumat ditutup pada level $52.81 per barel, dengan level tertinggi harian $55,11, dan terendah $52,03. (pap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar