Senin, 23 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

commodity  Commodity

Gangguan Persediaan dari Libya Kuatkan Minyak

Selasa, 25 Maret 2014 19:43 WIB
Dibaca 485

Monexnews - Minyak tangguh diperdagangkan dikisaran $100 per barel setelah Libya memangkas produksi minyak sekitar 80.000 barel menjadi 150.000 barel per hari pasca ditutupnya sebagian besar lading minyak utama. Output minyak Libya telah anjlok dari 1,4 juta barel per hari pada bulan Juli 2013 akibat adanya aksi mogok dan protes.

Ekspetasi akan suntikan stimulus moneter di China untuk memicu kembali pertumbuhan ekonomi China yang terlihat melambat juga memberikan sentimen positif bagi minyak. Pulihnya ekonomi China dapat meningkatkan permintaan akan minyak, China merupakan konsumen minyak terbesar kedua di dunia.

Kemungkinan akan terganggunya persediaan minyak dunia juga datang dari Rusia. Pimpinan negara G-7 setuju untuk mengurangi ketergantungan akan minyak dari Rusia, sebagai sanksi atas aksi Rusia mengambil alih Crimea.

American Petroleum Institute akan merilis data persediaan minyak AS hari ini, sementara Energy Information Administration akan melaporkan besok. Berdasarkan data dari EIA pekan lalu, persediaan minyak AS telah naik dalam Sembilan pekan beruntun.

Minyak saat ini diperdagangkan pada kisaran $100,07 per barel, dengan level terendah harian $99,23 dan tertinggi $100,20. (pap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar