Jumat, 21 Juli 2017

commodity  Commodity

Gejolak Libya Bantu Minyak

Jumat, 26 Desember 2014 9:59 WIB
Dibaca 1115

Monexnews - Harga minyak Nymex mencatatkan penguatan tipis di awal sesi Asia setelah ledakan di tanki minyak Libya meredakan kekhawatiran investor akan melimpahnya supplai di pasar. Libya masih diliputi oleh perang saudara dimana berbagai pihak tengah berupaya mempertahankan ataupun memperluas wilayah kekuasaannya. Libya merupakan salah satu anggota OPEC meski tingkat produksi minyaknya cukup rendah di bawah 1 juta barel per hari. 

Sebuah roket menembak tanki penyimpanan minyak di pelabuhan minyak Es Sider. Militan dan tentara pemerintah tengah bertempur di sekitar pelabuhan minyak terbesar di Libya tersebut demi mendapatkan kendali atas ekspor minyak. Dua pelabuhan minyak terbesar di Libya, Es Sider dan Ras Lanuf, telah ditutup seiring meningkatnya kecemasan atas keamanan pekerja. Berlarutnya pertempuran telah menurunkan produksi minyak Libya hingga hanya 352.000 barel per hari.  

Harga minyak telah turun 45% sejak meraih level tinggi $107.65 di bulan Juni silam. Investor khawatir dengan melimpahnya supplai di tengah suramnya outlook permintaan global. Kecemasan atas melimpahnya supplai tercermin dari data stock minyak AS yang naik sebesar 7,3 juta barel minggu lalu. Minyak Nymex kini diperdagangkan $56.09; coba menjauhi level rendah harian $55.66 (fr)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar