Jumat, 20 Oktober 2017

commodity  Commodity

Harga Minyak Diyakini Semakin Tenang Pasca Meeting OPEC

Jumat, 5 Juni 2015 13:00 WIB
Dibaca 1978

Monexnews - Organisasi Eksportir Minyak Terbesar Dunia (OPEC) dijadwalkan menggelar pertemuan rutin di Wina hari Jumat ini. Beberapa bank investasi dan pelaku pasar sudah mengantisipasi hasil pertemuannya, termasuk bank investasi Morgan Stanley.

Arab Saudi dan OPEC diyakini tidak akan mengeluarkan keputusan apapun terkait dengan lifting minyak dunia. Organisasi ini sudah memberikan isyarat kebijakannya bulan November lalu dengan dua komitmen utama yaitu menjaga pangsa pasarnya dan mengurangi investasi pada tambang migas berbiaya besar termasuk proyek-proyek mahal di wilayah Amerika, Kanada, eksplorasi bawah laut dan proyek di wilayah Artik. Oleh karena itulah pertemuan rutin di bulan Juni bisa dianggap sebagai non-event.

Salah satu analis Morgan Stanley, Adam Longson, kepada Wall Street Journal mengatakan bahwa harga akan semakin tenang pasca meeting di Wina. “Beberapa negara sudah memberi isyarat kuota produksi sebesar 30 juta barel per hari tidak akan berubah," katanya. Longson juga tidak menutup kemungkinan adanya penambahan kuota setidaknya menjadi 30,5 juta barel di semester II 2015 apabila harga minyak memang benar-benar pulih walau ia mengaku kalau peluangnya sangat kecil. Harga minyak WTI sekarang terpantau pada posisi $57.98 per barel dan Brent berada di $62.26 per barel.

Harga minyak dunia melemah tajam dalam 9 bulan terakhir akibat kelesuan ekonomi negara importir dan tingginya suplai dari Amerika Serikat. Kalau biasanya OPEC selalu mengantisipasi penurunan harga dengan memangkas jumlah produksi, maka hal itu kemungkinan tidak terjadi sekarang. Hasil pertemuan pekan ini lebih mudah ditebak yaitu OPEC tidak akan melakukan apa-apa. Sebagian delegasi negara anggota sudah mengutarakan keinginannya supaya OPEC menahan plafon produksi 30 juta barel per hari, yang sudah bertahan selama 3 tahun terakhir.

Pejabat tinggi OPEC berulangkali mengklaim kalau penurunan produksi tidak akan berdampak besar terhadap harga minyak dunia karena kekuatan mereka sudah tidak sebesar dulu. Produksi minyak dunia sendiri sekarang sudah surplus sekitar 2 juta barel per hari dibandingkan jumlah permintaan (data International Energy Agency). OPEC yakin kalau tahun ini volume permintaan akan meningkat rata-rata di atas 1 juta barel per hari dan tumbuh terus dalam beberapa tahun ke depan sehingga negara-negara anggotanya bisa kembali meraup nilai lebih dari hasil ekspor migasnya. Sebagai catatan, kontrak minyak WTI saat ini bertengger di posisi $60.65.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar