Sabtu, 25 Maret 2017

commodity  Commodity

Harga Minyak Melemah, Tertekan Jelang Data Cadangan AS

Rabu, 8 April 2015 20:04 WIB
Dibaca 1621

Monexnews - Harga minyak mentah berjangka turun lebih dari 2% pada hari Rabu pada kecemasan oversupply menjelang data cadangan minyak mentah AS dan juga setelah Arab Saudi mencatatkan output pada rekor tertingginya di bulan Maret.

Secara keseluruhan, harga masih masih lebih tinggi pada pekan ini, dan juga masih di atas level terendah yang terlihat di bulan Januari.

Di New York Mercantile Exchange, minyak light sweet berjangka bulan Mei turun sebesar $1.21, atau 2.15, menjadi $52.74/ barel. Minyak mentah nymex telah menguat sekitar 10% daalam dua sesi perdagangan terakhir.

Harga minyak telah volatile dalam beberapa pekan terakhir di balik gejolak di Yaman, pembicaraan nuklir Iran, serta gejolak di pasar mata uang dan indikasi menguatnya permintaan minyak.

Meningkatnya cadangan minyak dan krisis tempat penyimpanan telah berikan tekanan terhadap harga minyak AS, namun investor juga meningkatkan faktor-faktor dalam tanda-tanda bullish seperti tidak signifikannya level produksi minyak AS.

Pada Selasa malam, American Petroleum Institute mengatakan dalam surveinya bahwa cadangan minyak mentah AS naik 12.2 juta barel pada pekan lalu. Departemen energi AS akan merilis data cadangan minyak pada malam ini dan para analis perkirakan cadangan akan bertambah sekitar 3.4 juta barel. Sementara itu pada saat yang hampir bersamaan, menteri perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi mengatakan bahwa produksi minyak mentah mereka berada di dekat rekor tertinggi dikisaran 10 juta barel per hari, dan dia mengatakan bahwa harga akan membaik dalam jangka pendek.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar